Buruh Spanyol Gelar Pemogokan Umum

Sejak kemarin, ratusan ribu buruh Spanyol berpartisipasi dalam pemogokan umum yang direncanakan berlangsung 24 jam. Para buruh memprotes reformasi perburuhan yang dianggap sangat merugikan kaum buruh.

Ratusan penerbangan dibatalkan, sejumlah stasiun TV lokal berhenti mengudara, beberapa pabrik besar tutup, rumah sakit beroperasi minimum, dan sepertiga angkutan umum berhenti.

Di samping itu, berdasarkan klaim serikat buruh, sedikitnya 250 ribu buruh akan bergabung dalam aksi protes yang berlangsung di 100-an kota di seluruh Spanyol. Selain itu, serikat buruh juga mengklaim 85% buruh berpartisipasi dalam aksi pemogokan.

“Mereka ingin mengakhiri hak buruh dan sosial dan menyelesaikan segalanya,” demikian seruan kaum buruh.

Kemarahan kaum buruh dipicu oleh reformasi UU perburuhan. Di UU yang baru, kaum buruh akan berhadapan dengan fleksibilitas pasar tenaga kerja dan kemudahan pengusaha untuk mem-PHK buruhnya.

Kaum buruh menuding UU perburuhan yang baru akan sangat memudahkan PHK dan melegitimasi upah murah. Buruh khawatir kondisi kerja mereka akan bertambah buruk akibat pemberlakuan UU baru tersebut.

“Pemogokan ini adalah respon terhadap reformasi perburuhan yang sangat brutal,” kata Ignacio Fernandez Toxo, pemimpin serikat buruh CCOO, salah satu serikat buruh utama di Spanyol disamping UGT.

Pemogokan ini adalah pemogokan pertama sejak berkuasanya Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, yang mulai menjabat Desember lalu. Rezim sayap kanan Spanyol ini aktif melakukan penghematan dan pemotongan anggaran sosial pekerja.

Sebuah laporan menyebutkan, sedikitnya 58 orang ditangkap saat bentrokan antara kaum buruh dengan polisi. Sejak pemogokan dimulai, sejumlah bentrokan telah pecah antara kaum buruh dan polisi. Sedangkan laporan lain menyebutkan 176 buruh ditangkap dan 104 terluka.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut