Aktivis SRMI Menangkan Pemilihan RW/RT Di Makassar

Teriakan “Hidup Rakyat” tak henti-hentinya bergema. Puluhan ibu-ibu itu benar-benar larut dalam suasana kemenangan. Seolah-olah mereka merayakan sebuah kemenangan besar.

Begitulah ekspresi puluhan ibu-ibu warga di RW 5, Kelurahan Gaddong, Makassar, setelah kandidat mereka memenangkan pemilihan RW. Kandidat mereka adalah juga seorang ibu rumah tangga.

Daeng Baji, nama ibu itu, adalah seorang aktivis pergerakan rakyat. Ia sudah lama menjadi anggota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). Dan, sekarang ini, ia menjabat ketua SRMI Kota Makassar.

Daeng Baji memenangkan pemilihan dengan 143 suara. Sedangkan lawannya, Muh.Ahmad Hazan, hanya mengumpulkan 90 suara. Sistim pemilihan RW 5 ini agak berbeda dengan di tempat lain: satu rumah tangga hanya punya satu suara.

Di mata warga RW5, khususnya dari kalangan miskin, sosok Daeng Baji sudah sangat tidak asing lagi bagi mereka. Maklum, sebagian besar warga ini sudah pernah diadvokasi oleh Dg Baji.

Hampir setiap hari, dari pagi hingga malam, aktivis SRMI menyusuri lorong-lorong kampung untuk melakukan advokasi. Persoalan umum yang dihadapi warga adalah pendidikan dan kesehatan.

Bagi Dg Baji, kemenangan ini adalah bukti rakyat masih menaruh harapan pada perubahan. Dalam pemilihan, katanya, rakyat terdorong memilih kandidat yang punya rekam jejak membela rakyat.

“Ini angin positif bagi gerakan perubahan. Rakyat kita tetap tidak gampang dibeli. Sepanjang ada kandidat alternatif yang dikenal dan benar-benar memihak kepada kepentingan mereka,” katanya.

Dalam pemilihan RT/RW di Makassar, SRMI mengirimkan puluhan kadernya untuk bertarung. Sedikitnya 20-an kader SRMI yang maju dalam pemilihan. 16 diantara mereka adalah kaum perempuan.

Dalam pemilihan itu, ada aktivis SRMI yang menang dan ada pula yang kalah. Akan tetapi, bagi SRMI, urusannya bukan sekedar soal menang dan kalah, tetapi latihan berpolitik bagi massa rakyat.

SRMI juga ingin melatih kadernya ‘memerintah’ dalam bentuk praksis. Sekalipun lingkupnya cuma RT/RW, tetapi pengalaman ini diharapkan bisa memperkaya kemampuan politik rakyat miskin untuk bertarung pada level yang lebih tinggi.

FIRMAN, Koresponden Berdikari Online Makassar

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut