Mahasiswa Kaltim Gelar Aksi Tutup Mulut

Sekitar 50-an massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB) menggelar aksi tutup mulut, Selasa (3/4/2012). Mereka menggelar aksinya di perempatan Mall Lembuswana Samarinda.

Hampir semua peserta aksi menutup mulutnya dengan lakban. Mereka menyampaikan tuntutannya melalui tulisan di kertas karton. Dalam seruannya, mahasiswa terus mengajak massa rakyat agar tetap turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM.

“Kami akan terus turun ke jalan untuk menolak kenaikan harga BBM. Sekalipun ada upaya untuk membungkam gerakan kami. Bahkan berusaha merepresi dan menangkapi para aktivis,” kata Rahman, salah seorang humas aksi ini.

Menurut Rahman, keputusan Sidang Paripurna DPR justru menjadi sinyalemen bahwa harga BBM di dalam negeri sudah diserahkan kepada mekanisme pasar. Dengan demikian, katanya, kenaikan harga BBM di Indonesia dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti gejolak harga minyak dunia.

Selain itu,  aksi tutup mulut ini juga merupakan sindiran terhadap tindakan kepolisian menangkap sejumlah aktivis mahasiswa saat protes kenaikan harga BBM pada tanggal 30 Maret 2012 lalu.

Penangkapan ini terkait dengan aksi yang berakhir dengan pembakaran pos polisi di perempatan Mall Lembuswana. Pasca kejadian itu, Polisi mulai menangkapi sejumlah aktivis mahasiswa.

Diantara organisasi yang terlibat dalam aliansi Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB) ini adalah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Pembebasan.

SOFYAN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut