Lagi, Rumah Sakit Telantarkan Pasien Miskin

Pagi tadi (19/10) pasien masyarakat miskin pemakai surat pasien miskin kembali menerima perlakuan yg tidak adil dari rumah sakit umum daerah dr. Koesma, kabupaten Tuban. Mereka harus terlantar selama berjam-jam lantaran tak segera mendapatakan pelayanan dari pihak rumah sakit.

Pasien yg didampingi oleh aktivis serikat rakyat miskin Indonesia (SRMI) harus menunggu kehadiran dokter sejak pukul 7 hingga 1O pagi.

Salah satu pasien miskin, Sukamah, warga dusun grebekan, desa kepohagung, kecamatan plumpang justru menjadi korban dokter yg bertugas di poli bagian jantung.

Para aktivis SRMI dan seluruh pasien yg sedari lama sudah mulai kesal pun akhirnya memutuskan untuk mengadu pada pihak rumah sakit yg saat itu diwakili Nur Hayati, sekretaris direktur. Pihaknya kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak poli jantung.

Sayangnya, di poli jantung masyarakat miskin yang berada pada kondisi sakit dan berhak mendapatkan pelayanan rumah sakit segera itu dicecar amarah yg muncul dari perawat dan hari, dokter polijantung tersebut.

Tak urung, adu mulut pun terjadi antara pihak rumah sakit dengan para aktivis SRMI yang sudah bersiap untuk melaporkan ketidaksewenangan yang dialaminya ke pihak berwajib.

“Kami sudah melakukan pelayanan dengan baik. Pasien miskin haruslah bersabar menunggu,”ungkap Nur Hayati. (Phie)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • seharusnya rumah sakit bisa memberikan yang terbaik kepada pasiennya ?

  • anangdante

    Rumah Sakit dituntut fungsi sosialnya, jangan banyak alasan. sdh jelas dari tadi pasien tidak terlayani oleh Dokter maupun Suster Penjaga mulai dari jam 7 sampai jam 10. cabut izin rumah sakit dan hukum para dokter dan suster penjaga yg tdk menjalankan tanggung jawabnya…!!!