Aktivis Kritis Dipukuli Oleh Preman BEM Universitas Malikussaleh

LHOKSEUMAWE: Perilaku memalukan dan tidak terpuji dilakukan oleh anggota dan pejabat BEM Universitas Malikussaleh. Tadi malam, sekitar pukul 11.00 WIB, di depan LBH Pos Lhouksemawe, 15 orang aktivis BEM mengeroyok dua orang aktivis mahasiswa, yaitu Safri Munandar, aktivis Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR), dan Hermansyah (FKMA).

Akibat aksi pemukulan ini, kedua aktivis ini mengalami luka di bagian kepala, khususnya di bagian muka.

Menurut Refki Ahmad Bentara, salah satu pengurus SMUR, aksi pemukulan ini diduga kuat terkait kritisisme SMUR dan sejumlah organisasi terhadap kebijakan rektor Unimal. “Kami pernah melancarkan aksi massa di depan rektorat. Kami meminta transparansi dana MTQ NM XI,” katanya.

Namun, pihak rektorat merespon aksi tersebut dengan cara represif, yaitu melakukan pelarangan kritik dan ancaman D.O kepada sejumlah mahasiswa. Rektor juga sempat menghalang-halangi aktivis organisasi ekstra-kampus.

Karena perilaku “otoriter” rektor ini, maka, pada tanggal 20 Agustus lalu, sedikitnya 12 organisasi mahasiswa Se-Unimal melaporkan Rektor-nya kepada Komnas HAM.

“Ada keterkaitan antara pemukulan ini dengan pelaporan 12 organisasi pada Komnas HAM,” ujar Refki.

Atas kasus pemukulan dan aksi premanisme ini, sejumlah aktivis SMUR telah membuat pelaporan kepada pihak Kepolisian Lhokseumawe. Mereka berharap, petugas kepolisian bias bertindak aktif untuk menangkap para pelaku.

Selain itu, pihak SMUR akan mengeluarkan kecaman resmi kepada pihak BEM Unimal, dan mengecam tindakan ini sebagai “aksi premanisme” yang tidak bermartabat, anti-demokrasi, dan tidak ilmiah.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • aku rasa semua universitas memiliki permasalahan yang sama.
    kesewenang2an pihak rektorat yang mencerminkan ke”orde baru”an tak pernah hilang…..

    hhmmmmm