Pengguna Jamkesda Masih Beli Obat Di Apotek

SUKABUMI: Aktivis pergerakan di Sukabumi melaporkan masih adanya pengguna Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang harus membeli obat di apotik, padahal seharusnya sudah ditanggung oleh program Jamkesda seperti diatur dalam Peraturan Bupati No 30 Tahun 2009 tentang jaminan kesehatan masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh para aktivis saat mendatangi langsung Direktur RS Sekarwangi, dr. Rini, Rabu (25/8). Kepada Direktur rumah sakit, para aktivis ini mengatakan, “kami selama ini mendapingi para pasien pengguna Jamkesda kurang lebih sudah berjalan 3 Bulan, banyak keluhan dan laporan baik melalui sms maupun yang datang langsung ke Posko Aspirasi Masyarakat Dr.Ribka Tjiptaning” kata Andi Suherlan, Ketua Repdem Sukabumi.

Seharusnya, menurut Andi, program Jamkesda seharusnya sudah menanggung semua kebutuhan dan pelayanan selama pengobatan, baik rawat inap maupun rawat jalan. ‘Ini makin parah karena pasien membeli obat di apotik yang berada di luar RS,” ungkapnya.

Menanggapi kritikan ini, Direktur RS Sekarwangi dr. Rini mengataskan, pihaknya sudah menjalankan program Jamkesda sesuai dengan ketentuan yang ada, namun memang ada persoalan yang muncul di luar dugaan, khususnya di lapangan.

“Kami sudah menegaskan, agar pengguna Jamkesda dilayani dengan baik. Kalau obatnya habis, maka RS akan mengambil pada apotik di luar, tapi biayanya tetap ditanggung RS,” katanya.

Menurut dr Rini, adanya pasien yang membeli obat di luar dikarenakan kecolongan di pihak bawahannya. “Kami akan melakukan evaluasi secepatnya karena kami juga tidak membenarkan hal itu,” katanya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut