Aksi Sumpah Pemuda di Makassar Ricuh, 7 Aktivis Mahasiswa Ditangkap

Aksi memperingati Hari Sumpah Pemuda di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/10/2018), berakhir ricuh. Polisi membubarkan aksi dan menangkap 7 orang mahasiswa.

Keenam mahasiswa yang ditangkap itu adalah Akar (GMNI), Indra dan Syahrul (LMND), Rifan, Bayu, dan Faleri (GRD), dan Hidayat Jabari (IMM).

Sebelumnya, sekitar pukul 14.30 WITA, seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Aktivis Keamanan Rakyat (Bakar) menggelar aksi memperingati Hari Sumpah Pemuda di bawah jembatan laying (Flyover) jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Mereka menyerukan agar pemerintahan Jokowi-JK segera meninggalkan haluan ekonomi liberal dan segera kembali ke haluan ekonomi berdasarkan pasal 33 UUD 1945.

Mereka juga mengeritik sistim pendidikan nasional yang semakin berorientasi bisnis, tidak demokratis, dan tidak memanusiakan manusia.

Selain menggelar mimbar bebas, mahasiswa juga berusaha membakar ban bekas di pinggir jalan. Namun, aksi membakar ban bekas itu tidak berlangsung lama karena dipadamkan oleh Polisi.

Tak lama kemudian, situasi kembali memanas. Seorang aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bernama Akar berusaha menghentikan sebuah mobil truk yang melintas.

Polisi berusaha mencegah aksi itu dengan menangkap dan memukuli Akar. Tindakan polisi ini menyulut amarah massa aksi yang lain. Mereka menuntut agar aktivis yang ditangkap segera dibebaskan.

Akan tetapi, tuntutan itu tidak direspon oleh Polisi. Tak terima sikap Polisi, mahasiswa pun membakar ban bekas. Polisi pun merangsek ke barisan mahasiswa, lalu menangkap 6 orang.

Dalam kericuhan itu, sejumlah mahasiswa terluka. Meski demikian, mereka tidak meninggalkan lokasi aksi.

Muhammad Akbar, Ketua Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel, berusaha berdialog dengan Polisi. Namun, upaya Akbar itu berbuah pahit. Dia dipukul oleh intel Polisi, sehingga terjatuh dan bibirnya terluka.

Mendemo Kantor Polisi

Sekitar pukul 17.00 WITA, massa aksi BAKAR menumpangi dua truk bergerak ke markas Polrestabes Makassar di Jalan Ahmad Yani kota Makassar.

Di depan Mapolrestabes, massa aksi menuntut agar rekan-rekan mereka yang ditangkap segera dibebaskan. Setelah melalui negosiasi alot, pada pukul 19.17 WITA, seluruh aktivis yang ditangkap dibebaskan.

Aliansi BAKAR merupakan gabungan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel, dan Gerakan Revolusi Demokratik (GRD).

Ade Kowereono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut