Aksi Pemogokan Pekerja Lumpuhkan Yunani

Greek-protest

Dalam dua hari ini, Selasa dan Rabu, hampir semua layanan publik di Yunani terhenti. Dua serikat buruh utama di negeri itu, Konfederasi Utama Serikat Pekerja Yunani (GSEE) dan Konfederasi Pekerja Layanan Publik (ADEDY), telah melancarkan pemogokan umum selama 48 jam.

Aksi pemogokan ini nyaris menghentikan semua aktivitas layanan publik, seperti bandara, sekolah, perhentian kereta, komuter, feri, dan taksi, terhenti sama sekali. Sedangkan layanan rumah sakit hanya menyisakan layanan darurat saja.

Sementara layanan Apotik dan Bank akan ditutup hari Rabu (7/11). Lalu, para pekerja di pembangkit listrik berencana melancarkan pemogokan. Dan itu berarti akan mematikan 7 dari 10 pembangkit listrik utama di Yunani.

Pengacara seluruh Yunani sudah memulai pemogokan selama lima hari sejak kemarin (6/11). Sementara para jaksa akan memperpanjang aksi pemogokannya hingga 18 November mendatang.

Media setempat melaporkan, 35 ribuan pekerja anggota GSEE dan ADEDY bergabung dalam barisan panjang di pusat kota Yunani. Sementara, pada pagi harinya, 10 ribu anggota dan simpatisan Partai Komunis Yunani (KKE) sudah menggelar aksi massa lebih dahulu.

Rencananya, para pekerja dan massa rakyat akan berkumpul di depan gedung parlemen, Rabu (7/11). Mereka mengecam rencana parlemen Yunani mengesahkan paket penghematan sebesar € 13,5 milyar untuk dua tahun kedepan.

Pemerintahan sayap kanan Yunani berencana menaikkan usia pensiun menjadi 67 tahun. Padahal, sebelumnya sudah pernah naik dari 60 menjadi 65. Selain itu, pembayaran untuk pensiun akan dipangkas 10%.

Disamping itu, keputusan parlemen juga akan menghapus perlindungan di tempat kerja, membekukan upah minimum, dan memangkas tunjangan.

Pemerintah berusaha mencegah meluasnya aksi protes ini. Dalam banyak kasus, pemerintah menindas demonstran sebelum sampai di titik kumpul. Namun, dua partai oposisi kiri terkuat di Yunani, SYRIZA (kiri radikal) dan KKE (komunis), menyatakan siap menerima resiko terburuk.

Dua konfederasi pengusaha, Esee dan Gsebee, meminta anggotanya melakukan mobilisasi untuk melawan pajak dan pemotongan. Bagi mereka, kebijakan itu akan mematikan daya beli konsumen dan masa depan industri.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut