Aksi Long March Petani Disambut Di Graha Pena Lamteng

Aksi long march petani dari Jambi menuju Jakarta, yang sudah memasuki hari ke-28, tiba di Graha Pena Lampung Tengah, Selasa (8/1). Mereka disambut oleh sejumlah jurnalis.

Di Graha Pena, petani sempat melakukan siaran pers melalui radio Radar Lampung Tengah. Usai siaran pers, petani pun kemudian menikmati beristirahat sembari menikmati santap siang.

Korlap aksi long march petani, Andi Syapura, mengungkapkan, di sepanjang perjalanan menuju Graha Pena, petani peserta long-march mendapatkan dukungan luas dari masyarakat.

“Ada pemilik bengkel yang memberi bantuan air mineral, roti dan uang. Ada pemilik warung yang memberikan air mineral. Kemudian ada pula SPG kopi Torabika yang menyuguhkan kopi,” ungkap Andi.

Menurut Andi, berbagai bantuan itu sangat membantu petani. Maklum, beberapa hari yang lalu, mobil pengangkut logistik petani dilempari molotov oleh pihak tak dikenal. Akibatnya, seluruh logistik petani habis dilalap api.

Andi juga menyampaikan, petani peserta aksi long march sangat memerlukan bantuan obat-obatan. “Hampir semua obat-obatan kami habis terbakar bersama dengan mobil pengangkut logistik,” tuturnya.

Sementara itu, seusai beristirahat dan bersantap siang di Graha Pena Lamteng, petani peserta longmarch dijemput oleh petani dari kecamatan Padang Ratu.

Rencananya, petani akan menginap di Gedung Muslimah Dusun 7 Singaparna, Kampung Sendang Ayu, Lampung Tengah.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut