60 Tahun Penyerbuan Barak Moncada

Fidel.jpg

Hari itu, 26 Juli 1953, 151 orang militan menyerbu barak militer Moncada di Santiago de Cuba. Ini adalah garnisun militer terbesar kedua di Kuba jaman itu. Tak hanya menyerbu Barak Moncada,  militan lainnya menyerbu barak militer Carlos Manuel de Cespedes di kota Bayamo.

Penyerbuan ini dipimpin oleh Fidel Castro, seorang mahasiswa hukum di Universitas Havana. Sebagian besar pelaku penyerbuan itu adalah anak muda. Rata-rata mereka adalah mahasiswa dan pekerja. Fidel sendiri baru berusia 27 tahun saat itu.

Para penyerbu sangat yakin, setelah mereka menyerbu barak moncada, lalu menyebarkan pesan mereka melalui radio, maka rakyat akan segera bangkit melawan Batista. Mereka juga memutar rekaman pidato Eduardo Chibaz, pimpinan Partai Rakyat Kuba–lebih dikenal dengan sebutan Partai Ortodoks, untuk membangkitkan rakyat.

Penyerbuan itu menemui kegagalan. Puluhan pelaku penyerangan ditangkap, disiksa kemudian dibunuh. Sebagian lagi langsung dijebloskan ke penjara. Fidel sendiri sempat menyingkir ke pegunungan Sierra Maestra. Namun, tak lama kemudian, Fidel tertangkap dan dipenjara.

Fidel di simpan di penjara isolasi selama 76 hari. Dia datang ke pengadilan dengan pakaian compang-camping, tanpa kertas dan buku, dan tanpa didampingi oleh pengacara. Ia hanya datang dengan bermodalkan ingatannya yang sangat kuat.

Namun, Fidel tak menyerah. Ia berusaha menjadikan proses pengadilan terhadap dirinya sebagai panggung politik. Ia memulainya dengan pernyataan tentang keharusan manusia bangkit melawan rezim tirani. Ia mengambil pengalaman Revolusi Perancis. Ia mensitir pemikiran banyak tokoh, seperti Rousseau, Milton, Balzac, Locke, Saint Thomas Aquinas, José Martí, dan lain-lain.

Ia menyingkap fakta ketidakadilan yang menyelimuti negerinya: pengangguran, buta huruf, dan kemiskinan. Ia bicara tentang kehidupan petani tak bertanah. Ia membenarkan tindakan revolusioner sebagai kelanjutan dari pembebasan negerinya. Dan, ia menyinggung jasa pahlawan kemerdekaan Kuba, Jose Marti. Ia meminta kepada rakyat, sang pembuat sejarah, untuk bangkit.

Di ujung pidatonya ia berujar: “Aku tahu hukuman penjara akan lebih berat buat saya ketimbang yang lainnya, penuh dengan ancaman pengecut dan kekejaman mengerikan. Tapi aku tidak takut penjara, seperti juga aku tidak takut dengan kemarahan rezim tiran menyedihkan yang telah mengambil nyawa 70 kawanku. Mengutuk saya. Itu tidak masalah. Sejarah akan membebaskan saya.’

Penyerbuan Barak Moncada memang gagal secara militer, tetapi dianggap berhasil secara politik. Fidel penyerbuan Moncada sebagai titik awal dari Revolusi Kuba. “Kami memulai dengan mesin kecil untuk memulai mesin besar,” katanya, seperti dicatat Marta Harnecker dalam “Fidel Castro Political Strategy: From Moncada To Victory”.

Fidel bersama 28 kawannya divonis penjara selama 15 tahun. Namun, karena kuatnya kampanye untuk Amnesti, Rezim Batista terpaksa membebaskan mereka setelah 20 bulan. Fidel dan kawan-kawannya menghirup udara bebas tanggal 15 Mei 1955. Namun, segera setelah itu, ia kembali mengorganisir Revolusi.

Namun, selama itu ia tetap aktif berpropaganda. Propaganda pertamanya adalah menulis ulang pidato pembelaannya dan mengirimnya keluar penjara. Ia menginstruksikan dua orang kawannya, Haydee Santamaria dan Melba Hernandez, untuk menggandakannya sebanyak 100.000 rangkap. Salinan pidato itu kemudian disebar ke jurnalis, asosiasi guru, jaksa, dan kalangan professional.

“Dokumen itu sangat penting,” kata Fidel. “Itu berisi program dan ideologi kami, yang tanpanya tak mungkin berharap lebih besar,” tambahnya. Memang, bagi pemimpin Gerakan 26 Juli itu, kerja propaganda adalah vital dalam revolusi. “Tanpa propaganda tidak ada gerakan massa. Dan tanpa gerakan massa tidak mungkin ada revolusi. Propaganda tidak boleh ditinggalkan semenit pun, karena itulah jiwanya setiap perjuangan,” katanya.

Raul Castro, adik kandung Fidel Castro yang turut dalam penyerbuan Moncada, mencatat dua arti penting dari peristiwa itu. Pertama, peristiwa itu mengawali perjuangan bersenjata menuju kemenangan Revolusi: 1 Januari 1959. Kedua, aksi itu telah menginspirasi lahirnya sebuah organisasi revolusioner, yakni Gerakan 26 Juli, yang sekaligus menjadi kekuatan pelopor Revolusi Kuba.

Sekarang 60 tahun sudah berlalu. Sejak Revolusi 1959 hingga saat ini, Kuba telah mengalami banyak sekali lompatan besar dalam membangun bangsa dan rakyatnya. Kemajuan sistem pendidikan dan kesehatan Kuba mendapat pengakuan dunia. Selain itu, kendati agak terseok-seok, Kuba berhasil membangun ekonomi berdikari. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kuba menempati peringkat 50-an. Bandingkan dengan Indonesia yang terpuruk di bawah peringkat 121.

Sekarang bekas barak Militer Moncada sudah berubah menjadi sekolah dan Museum Revolusi. Viva Revolusi Kuba!

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut