Bandung, Berdikari Online – Pimpinan Wilayah Serikat Tani Nelayan (STN) Jawa Barat yang dipimpin Andi Hunter mengikuti Pelatihan Survei, Verifikasi, Penilaian, dan Fasilitasi Kesiapan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di Kabupaten Garut.
Pelatihan tersebut berlangsung pada 26-30 Oktober 2026 di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Jawa Barat. STN Jawa Barat mengikutsertakan sejumlah pengurus dan personel untuk mendapatkan pembekalan teknis terkait persiapan dan penilaian calon lokasi pembangunan KNMP.
Keikutsertaan STN merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memperkuat pembangunan kawasan pesisir, meningkatkan produktivitas sektor perikanan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat nelayan.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme survei lapangan, verifikasi data dan dokumen, penilaian kelayakan lokasi, hingga fasilitasi kesiapan masyarakat dan kelembagaan nelayan.
Materi yang diberikan juga mencakup identifikasi kondisi geografis dan lingkungan kawasan pesisir, aksesibilitas, potensi perikanan, kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta ketersediaan infrastruktur pendukung.
Selain itu, peserta dibekali kemampuan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok nelayan, koperasi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pengumpulan dokumentasi dan penyusunan laporan hasil survei juga menjadi bagian dari materi pelatihan.
Ketua Pimpinan Wilayah STN Jawa Barat, Andi Hunter, mengatakan pelatihan tersebut menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kapasitas personel sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
“STN Serikat Tani Nelayan Jawa Barat menyambut baik dan mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kami melihat program ini sebagai peluang besar untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, khususnya di wilayah pesisir Jawa Barat,” ujar Andi Hunter.
Menurutnya, keberhasilan KNMP tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik. Kesiapan masyarakat, penguatan kelembagaan nelayan, serta keberlanjutan manfaat ekonomi juga harus menjadi perhatian utama.
Andi menegaskan STN akan mendorong agar setiap tahapan survei dan penilaian calon lokasi dilakukan secara objektif, teliti, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan kegiatan di lapangan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, mengedepankan objektivitas, ketelitian, serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Karena keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat, kelembagaan nelayan, dan keberlanjutan manfaatnya,” jelasnya.
STN Fokus Dukung Persiapan KNMP di Kabupaten Garut
Dalam agenda persiapan KNMP Tahun 2027 di Jawa Barat, Kabupaten Garut menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian STN. Daerah tersebut dinilai memiliki potensi kelautan dan perikanan yang perlu dikembangkan melalui perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
STN Jawa Barat berkomitmen mendorong koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, pemerintah kecamatan dan desa, kelompok nelayan, koperasi, serta masyarakat pesisir untuk mendukung proses survei dan verifikasi calon lokasi.
Menurut STN, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan KNMP benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil di lapangan.
Organisasi tersebut juga berharap program KNMP tidak hanya menghadirkan fasilitas dan infrastruktur perikanan, tetapi mampu memperkuat kelembagaan ekonomi nelayan, meningkatkan produktivitas, memperluas akses pemasaran hasil tangkapan, serta membuka peluang usaha bagi keluarga nelayan.
STN Dorong Pembangunan Pesisir yang Berpihak kepada Nelayan
Lebih lanjut, Andi Hunter menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus menempatkan nelayan sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat atau penonton pembangunan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan kelompok nelayan diperlukan agar program KNMP dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata.
“Nelayan harus menjadi bagian utama dari pembangunan, bukan hanya menjadi penonton. Kami ingin program Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan memperkuat kedaulatan ekonomi sektor kelautan dan perikanan Indonesia,” tegas Andi.
Dengan berakhirnya pelatihan pada 30 Oktober 2026, STN Jawa Barat menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam tahapan survei, verifikasi, penilaian, dan fasilitasi kesiapan calon lokasi KNMP Tahun 2027 di Kabupaten Garut.
STN berharap program tersebut menjadi momentum penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pembangunan kawasan nelayan yang lebih tertata, produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Andi Hunter bersama jajaran Pimpinan Wilayah STN Jawa Barat menegaskan komitmen organisasi untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah serta mengawal berbagai program pembangunan yang berpihak kepada kepentingan petani dan nelayan.
STN Jawa Barat: Bersama Membangun, Bersama Memperjuangkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan.
(Amir)


