Walikota Tidore Kepulauan Dituntut Mundur

Sejumlah mahasiswa dari Front Mahasiswa Anti-Korupsi Kie-Matubu (Fomakimak) mendesak Walikota Tidore Kepulauan (Tikep), Drs. Achmad Mahifa, segera mundur dari jabatannya.

Mahasiswa memulai aksinya dari Pasar Sarimahala, lalu bergerak menuju kantor Kejaksaan Negeri Soasio Tidore. Sesampainya di depan kantor kejaksaan, massa langsung menggelar orasi secara bergantian. Mereka mendesak kejaksaan segera mengusut berbagai kasus korupsi di Tidore, termasuk yang melibatkan Walikota.

“Kami ragu bahwa kejaksaan bisa bertindak untuk memeriksa kasus korupsi di dalam lingkup pemerintahan kota Tidore,” ujar seorang orator.

Setelah menggelar aksi di kantor kejaksaaan, massa mahasiswa mulai bergerak menuju kantor Walikota. Disana rencananya mereka mau menyampaikan desakan secara langsung agar Walikota segera mundur.

Akan tetapi, bukannya bertemu dengan pejabat bersangkutan di kantor Walikota, massa justru bertemu kondisi kantor dengan kondisi sepi dan pintu tertutup. “Walikota memilih untuk berdiam diri di dalam kantor,” ujar seorang demonstran.

Begitu pula ketika mahasiswa menggelar aksi di kantor DPRD Tikep. Kondisi kantor DPRD sudah sepi dan tak satupun anggota DPRD di sana. Menurut pegawai kantor DPRD, para anggota perwakilan rakyat ini sedang mengikuti acara Musrembang. “Padahal, tidak ada acara musrembang hari ini,” ujar demonstran.

Dugaan Korupsi

Sebelumnya, pada 26 februari, puluhan aktivis LMND dan Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia NUKU (HIPMIN) Makassar menggelar aksi di depan Monumen Mandala Makassar.

Mereka juga menuntut agar Walikota Tikep segera mengundurkan diri dari kekuasaannya karena dianggap terlibat kasus korupsi.

Ada beberapa dugaan korupsi yang disampaikan mahasiswa saat aksi tersebut, diantaranya: pengeluaran kas tanpa surat perintah pencairan dana sebesar Rp4,7 milyar, belanja operasional Sekda yang melebihi Rp13 milyar, proses lelang 20 pekerjaan fisik dan 14 pengadaan meubel air bernilai Rp 6 milyar, dan pengelolaan beasiswa tugas belajar sebesar Rp745 juta.

Dalam aksinya itu, mahasiswa mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan untuk memeriksa dugaan korupsi tersebut.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Abiet

    Jangan biarkan PEMIMPIN kita terus melakukan Pembodohan dan perampokan di Negeri sendiri…. Lawan Mereka…