Venezuela Tuan Rumah Pertemuan Gerakan Kiri

Sedikitnya 600 perwakilan organisasi kiri dan progressif se Amerika Latin dan berbagai belahan dunia akan berkumpul di Ibukota Venezuela, Caracas, dari tanggal 4 Juli hingga 6 Juli 2012. Mereka menghadiri pertemuan ke-18 Forum Sao Paulo.

Menurut sekretaris eksekutif Forum ini, Valter Pomar, ratusan tamu undangan itu mewakili kesatuan dan sekaligus keragaman gerakan kiri seluruh dunia. Mereka mewakili spektrum ideologis yang beragam: nasionalis, sosial-demokrat, dan komunis. Juga, tak ketinggalan gerakan-gerakan demokratis dan kerakyatan.

Keragaman ini, kata Valter Pomar, tidak hanya mengekspresikan kekayaan kaum kiri di Amerika Latin, tetapi juga memperkaya perdebatan dan pengaruh kiri agar lebih nyata dalam realitas.

Pomar, yang menjabat sekretaris Hubungan Internasional Partai Buruh Brazil, mengingatkan, ini merupakan pertama kalinya Forum Sao Paulo digelar di Venezuela dan bertepatan dengan momentum penting: pertempuran Chavez dalam pemilu Presiden. “Ini adalah momen bagi Amerika Latin dan seluruh dunia untuk mendukung sebuah bangsa,” katanya.

Selain gerakan kiri, hadir pula sejumlah tokoh dan pemimpin gerakan sosial. Diantaranya: Senator Kolombia Piedad Cordoba; pemimpin masyarakat adat Guatemala dan peraih nobel perdamaian  Rigoberta Menchu; penulis Spanyol Ignacio Ramonet; senator Chili dari Broad Social Movement, Alejandro Navaro; intelektual Argentina Atilio Boron; dan aktivis politik Paraguay, Hugo Ritcher.

Hadir pula pemimpin Front Kiri Perancis yang beberapa bulan lalu maju sebagai kandidat Presiden, Jean Luc Mélenchon.

Venezuela Sebagai Contoh

Salah satu agenda penting pertemuan ini adalah pengajuan proposal untuk menghadapi krisis kapitalisme.

Robert Serra, perwakilan dari Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV), menganggap Forum Sao Paolo sebagai ekspresi demokrasi diantara rakyat dunia, yang selama ini tertidur panjang, tetapi sekarang sedang bangkit mencari alternatif atas sistem yang gagal.

Ia menganggap Venezuela bisa menjadi contoh. “Faktanya, revolusi dan kebijakan yang diterapkan Hugo Chavez bisa menjadi referensi dunia,” kata Serra.

Hal ini diakui juga oleh pemimpin Front Kiri Perancis, Jean Luc Mélenchon. Katanya, Venezuela punya kontribusi besar bagi pembangunan sosialisme di abad ini dan sekaligus membuktikan bahwa sosialisme bisa diusung dari kotak suara.

Ia mengaku telah banyak belajar dari Argentina, Uruguay, Ekuador, dan Venezuela. Mélenchon juga mengaku mempelajari era neoliberalisme di Amerika Latin dan kemunculan gerakan “Chavismo” sebagai pengalaman positif dari gerakan massa yang kembali ke aksi politik paska kejatuhan blok sosialis.

Selain itu, Mélenchon menggarisbawahi pelajaran penting lainnya dari proses revolusioner di Venezuela, yaitu peran menentukan dari massa-rakyat. “Di sini, rakyat miskin menjadi aktor utama. Mereka keluar rumah mencari Chavez dan mengeluarkannya dari penjara. Tindakan ini menegaskan peran politik kaum miskin,” ungkapnya.

Satu lagi hal penting yang dicatat oleh Mélenchon, dan ini juga ditegaskan oleh Hugo Chavez, yakni bahwa sosialisme tidak bisa disalin (copypaste) dari tempat lain, melainkan setiap negara akan model sendiri sesuai kekhususannya. Ia menegaskan, proses revolusioner telah melampaui teori dan doktrin.

Pemimpin kiri Perancis ini mengaku melihat revolusi sebagai proses konkret. “Kami tidak membuat revolusi karena ideologi. Kami membuatnya karena ingin memecahkan masalah,” tegasnya. Ia memberi contoh: “jika kaum sosial-demokrat berbicara tentang berkurangnya tenaga guru, maka kaum kiri harus menunjuk guru dan menetapkan anggaran untuk membayar mereka.”

Solidaritas untuk Paraguay dan Argentina

Di sela-sela pertemuan, Hugo Chavez muncul dan memberi pidato singkat. Ia memberi salam khusus kepada perwakilan Paraguay, Hugo Ritcher.

Chavez pun menyatakan solidaritasnya untuk Presiden Fernando Lugo. “Hidup Fernando Lugo dan rakyat Paraguay,” teriak Chavez.

Pertemuan Sao Paulo memang memberi perhatian khusus ke Paraguay. Seperti dikatakan wakil Venezuela, Luis Acuña, “di Amerika Latin terbentuk pemerintahan dengan visi sangat kiri dan sangat jauh dari pandangan neoliberal dan sayap kanan lainnya.”

Katanya, saat ini ada serangan terhadap pemimpin kiri Amerika latin. Yang terbaru adalah Paraguay. Sebelumnya ada kudeta militer kanan di Honduras.

Dia mengatakan, format kudeta yang sama sedang dijalankan di Bolivia, Ekuador, Argentina, dan Venezuela.

Selain solidaritas untuk Paraguay, Forum Sao Paulo ini juga memberikan dukungan pada klaim Argentina atas kepulauan Falkland (Malvinas).

Alejandro Brusconi, wakil dari Gerakan Evita Argentina, berterima kasih atas dukungan gerakan kiri dari berbagai belahan dunia. Katanya, upaya Inggris mengontrol kepulauan Malvinas merupakan ancaman bagi seluruh Amerika latin.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut