Venezuela Kembali Naikkan Upah Minimum

Pemerintah Venezuela kembali menaikkan gaji minimum pada hari Jumat (2/9) ini. Kenaikan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas hidup rakyatnya.

Menteri Tenaga Kerja Venezuela, Maria Cristina Iglesias, mengumumkan kenaikan 26,5% yang berlangsung dalam dalam dua tahap. Dengan demikian, upah minimum Venezuela kini mencapai 1,548 bolivar (360 USD), dan merupakan gaji miminum tertinggi di Amerika Latin.

Kenaikan sekarang ini adalah kenaikan tahap kedua. Kenaikan tahap pertama terjadi pada bulan Mei lalu.

Menurut Cristina Iglesias, kebijakan ini akan menguntungkan kelas pekerja, khususnya dalam rangka mempromosikan kebijakan ekonomi inklusif, agar bisa meningkatkan kualitas hidup rakyat, kemakmuran, dan standar hidup.

Selain itu, menurut Iglesias, selama 12 tahun terakhir pemerintahan Chavez, eksekutif nasional sudah berhasil menciptakan 3,5 juta pekerjaan, atau rata-rata 200 ribu pekerjaan per tahun.

Pada tahun 1999, angka pengangguran masih mencapai 16%. Tetapi kemudian, setelah melalui masa-masa sulit di tahun 2003, angka pengangguran turun menjadi 8%.

Selain kebijakan menaikkan gaji, pemerintah Venezuela juga meluncurkan program membagikan buku teks secara gratis untuk kebutuhan sekolah-sekolah.

Pada pertengahan April lalu, pemerintahan Chavez membentuk lembaga baru bernama perusahaan nasional untuk pekerjaan publik. Perusahaan ini dimaksudkan untuk membantu pengelolaan dan pemeliharaan peralatan konstruksi publik, termasuk yang dibangun oleh dewan-dewan komunitas.

Salah satu tujuan utama penciptaan lembaga baru ini, menurut Chavez, membantu dan mengawasi proyek pembangunan perumahan yang sedang gencar dilakukan di Venezuela.

Prestasi Venezuela atas berbagai capaian dari program sosial mendapat pujian. Statistik dari Komisi Ekonomi untuk Amerika Latin dan Karibia (ECLAC) menyebutkan, pemerintahan Chavez telah berhasil mengurangi separuh kemiskinan dalam 10 tahun terakhir.

Menurut statistik itu, angka kemiskinan berkurang rata-rata 25-30% per-tahun. Sedangkan kemiskinan ekstrem berkurang dari 25% menjadi 7% selama satu dekade terakhir.

Menurut Hugo Chavez, keberhasilan Venezuela mengurangi angka kemiskinan tidak terlepas dari massifnya program sosial, pembentukan dewan komunitas, dan program nasionalisasi terhadap perusahaan yang membuka kesempatan kerja.

Setiap tahunnya, pemerintah Venezuela menganggarkan 60% anggaran belanjanya untuk mendanai program sosial. Bandingkan dengan negara Republik Indonesia, yang belanja untuk program sosialnya hanya 6,67% dari APBN.

Semua ini menjelaskan keberpihakan pemerintahan Venezuela terhadap rakyatnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut