SRMI Gelar Aksi Solidaritas Untuk Rakyat Bima

JAKARTA (BO): Hujan rintik-rintik di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, tidak menghalangi niat puluhan aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) untuk menggelar aksi solidaritas bagi perjuangan rakyat di Bima, Kamis (26/1).

Dengan mengusung spanduk dan sejumlah bendera, massa menyampaikan protes terkait kelambanan pemerintah merespon tuntutan rakyat di Bima.

“Rakyat Bima terancam hak hidupnya oleh keberadaan ijin eksplorasi tambang. Mestinya pemerintah mendengar tuntutan itu,” kata Ketua SRMI DKI Jakarta, Aji Setiono, saat berorasi dalam aksi tersebut.

Menurut Aji, pemerintah seharusnya mengutamakan aspek kepentingan rakyat dalam pemberian ijin eksplorasi pertambangan. Sebab, kata dia, pemilik sah atas sumber daya di atas bumi Indonesia adalah rakyat.

“Itu amanat pasal 33 UUD 1945. Jadi, mestinya pengelolaan sumber daya alam, termasuk sektor pertambangan, mengacu pada pasal itu,” tegasnya.

Terkait kejadian pembakaran Bupati Bima, Kamis (25/1) siang, Aji beranggapan kesalahan mestinya diletakkan di pundak pemerintah. “Jika pemerintah merespon tuntutan rakyat dengan baik, maka akumulasi kemarahan rakyat tidak akan sampai begitu,” katanya.

Selain berorasi, massa aksi juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Sekalipun hujan makin lama makin deras, sejumlah massa aksi tetap tidak goyah dari tempatnya.

Beberapa saat kemudian, massa aksi pun mendengar kabar tentang dicabutnya SK Bupati Bima nomor 188/2010. Massa pun sontak berteriak “hidup rakyat” berulang kali.

Dua aktivis FRAT Bima yang sedang berada di Jakarta, Musatin Gery dan Ridho, tidak bisa menutupi kegembiraanya. “Ini barulah kemenangan awal, kita masih harus memastikan adanya bukti tertulis,” kata Ridho.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan solidaritas dari berbagai organisasi pergerakan rakyat di seluruh Indonesia.

KUSNO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut