Venezuela Kecam Pernyataan Obama

Obama-Chavezedited

Pernyataan Presiden AS Barack Obama, yang menyebut kebijakan Chavez sangat otoritarian, menuai reaksi dari pemerintah dan rakyat Venezuela. Menteri Telekomunikasi Venezuela, Ernesto Villegas, yang mewakili pemerintah Venezuela, menganggap pernyataan tersebut bisa merusak hubungan kedua negara.

Selain itu, Ernesto Villegas juga menganggap pernyataan Obama itu sebagai pertanda kebijakan luar negeri Obama yang “agressif dan tidak menghormati bangsa lain”.

Karena itu, dalam pernyataan resminya, Villegas mewakili rakyat dan pemerintah Venezuela meminta AS lebih menghargai martabat rakyat Venezuela dan pemerintahannya, termasuk Presiden Hugo Chavez.

Untuk  diketahui, dalam sebuah wawancara dengan WLTV Univision 23 di Miami, Jumat (14/12) lalu, Obama mengatakan, “masa depan Venezuela ada ditangan rakyatnya sendiri. Kita semua tahu Chavez menerapkan kebijakan otoriter yang tidak menghargai perbedaan pendapat.”

Obama juga mengatakan, “kami ingin melihat ada hubungan yang kuat diantara kedua negara, tetapi kami tidak akan mengubah kebijakan yang ingin memastikan bahwa ada kebebasan di Venezuela.”

Menanggapi komentar tersebut, Menteri Komunikasi Venezuela Ernesto Villages mengatakan, “Venezuela telah memilik demokrasi yang otentik selama pemerintahan Hugo Chavez.”

“Venezuela membuka kebebasan jauh melebihi apa yang sudah dicapai oleh Amerika Serikat,” kata Villages.

Sementara AS masih bangga dengan demokrasi lima tahunan, Venezuela telah mengembangkan “demokrasi partisipatoris”, yang menjamin kekuasaan rakyat berlangsung di segala level pengambilan kebijakan dan segala hal.

Sementara demokrasi di AS mengekalkan kekuasaan 1% terhadap 99% warga Amerika Serikat, maka Venezuela telah membangun kekuasaan rakyat melalui pembentukan Dewan Komunal dan partisipasi langsung.

Mantan Presiden AS, Jimmy Carter, pernah bilang, dari 92 proses pemilu yang dimonitornya, proses pemilu di Venezuela merupakan yang terbaik di seluruh dunia. Tingkat partisipasi rakyat di pemilu Venezuela mencapai 80%, sedangkan pemilu AS baru-baru ini hanya 60%.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut