Universitas Untuk Masyarakat Adat Di Venezuela

Jauh di tengah hutan Cano Tuaca, di sebelah selatan negara bagian Bolivar, Venezuela, terdapat sebuah Universitas yang menempati lahan 5000 hektar. Itulah Universitas Masyarakat Adat Venezuela.

Universitas ini resmi berdiri tahun 2001. Sekarang, Universitas ini mendidik seratusan mahasiswa, yang mewakili 44 suku asli yang tersebar di berbagai Provinsi di Venezuela.

Pendirian Universitas ini dimaksudkan untuk mencetak pemimpin di kalangan masyarakat adat, yang diharapkan bisa menjaga tanah, hak-hak, dan tradisi masyarakat asli.

“Pentingnya Universitas ini adalah untuk melindungi masyarakat adat,” kata Pemon, 20 tahun, salah seorang mahasiswa di Universitas ini.

Maklum, selama ribuan tahun, masyarakat asli Venezuela terus terdesak dan kehilangan hak-haknya. Sekarang, aktivitas pertambangan, perburuan liar, dan gerakan agama menjadi ancaman bagi bagi masyarakat asli.

Di Universitas ini, paling banyak diajarkan adalah pengetahuan tentang tradisi masyarakat asli. Di samping itu, ada tambahan mengenai hukum modern dan teknologi.

“Universitas ini menjadi harapan terbaik untuk menyelematkan kebudayaan kami,” kata Najiru, 23 tahun, mahasiswa yang berasal dari suku Warao yang hidup di muara Sungai Orinoco.

Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, mahasiswa di Universitas Masyarakat Adat Venezuela membebaskan mahasiswanya bertelanjang dada atau menggunakan pakaian adat. Mereka juga bebas tidur di atas tempat tidur gantung. Diantara mahasiswa ada yang masih mengecat wajah mereka dengan cat putih sesuai tradisi suku masing-masing.

Di ruang kelas, siswa dan guru berlomba-lomba untuk menuliskan petuah-petuah leluhur mereka yang diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi.

“Para tetua adat adalah perpustakaan hidup,” kata Torres, seorang guru dan sekaligus alumni pertama di Universitas ini.

Untuk membantu proses adaftasi dengan teknologi baru, pemerintah Venezuela mendistribusikan laptop kepada siswa. Sayang, banyak siswa tinggal di rumah-rumah berlantai tanah tanpa pasokan listrik. Akhirnya, laptop itu hanya diisi dengan generator kecil.

Mayoritas bersuka cita atas kehadiran Universitas ini sebagai benteng untuk mempertahankan peradaban masyarakat asli. Namun, sebagian lainnya mengaku sulit menerima keberadaan Universitas itu karena pelan-pelan bisa menelan kebudayaan mereka.

Sejak berkuasa di tahun 1999, Chavez menunjukkan komitmennya untuk mengembalikan martabat masyarakat adat. Konstitusi Bolivarian mengakui hak-hak masyarakat adat, termasuk pengakuan terhadap budaya dan hak mereka menguasai tanah.

Jumlah masyarakat asli/adat di Venezuela mencapai 2 % dari total penduduk sebanyak 29 juta orang. Sebagian besar hidup tinggal di hutan, rawa-rawa, sepanjang aliran sungai. Sebagian besar juga masih mempertahankan tradisi mereka.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut