Tolak Kenaikan Biaya Pendidikan, FAM Unair Ziarah Ke Taman Makam Pahlawan

Puluhan mahasiswa mengecat mukanya dengan warna merah-putih. Dengan menenteng poster, mahasiswa itu bergerak menuju Taman Makam Pahlawan Ngagel, Surabaya. Di depan nisan para pahlawan itu, mereka bersimpuh dan kemudian menabur bunga.

Itulah aksi yang digelar oleh puluhan mahasiswa dari Front Aksi Mahasiswa (FAM) Unair, kemarin (26/4). Mereka mengadukan sikap rektorat Unair yang tetap ngotot menaikkan biaya Sumbangan Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan (SP3). “Kami hanya hendak mengadukan nasib saudara, adik, teman maupun orang-orang yang sama sekali tidak kami kenal, yang tercekik dengan kenaikan biaya kuliah di Universitas Airlangga,” kata mahasiswa dalam testimoninya.

Sebelum memasuki areal taman makam pahlawan, mahasiswa ini melakukan orasi dan memasang spanduk. Salah satu spanduk bertuliskan; “Pahlawanku, Birokrasi Unair Saat Ini Telah Mengkhianati Perjuanganmu. Akan Sebuah Cita-Citamu.”

Angelo Robert, 19 tahun, menyatakan bahwa aksi mengecat wajah dan ziarah ke TMP ini sebagai aksi perlawanan. “Kampus Unair adalah kampus untuk rakyat Indonesia, dan pihak rektorat jangan seenaknya sendiri mencekik mahasiswa dengan biaya kuliah tinggi,” katanya kepada wartawan.

Dulunya, Unair ini merupakan sekolah milik Belanda, yaitu Nederlands Indhisce Artsen School (NIAS) dan School Tot Opleiding van Indishe Tandartsen (STOVIT. Ketika revolusi kemerdekaan meletus, sekolah ini termasuk yang diambil-alih oleh Republik. Lalu, pada tahun 1954, Soekarno meresmikan sekolah ini dengan nama Universitas Airlangga.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut