TKW Yang Meninggal Di Oman Diduga Korban Trafficking

Anita Binti Niko Sondakh, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang diketahui meninggal dunia di Oman, diduga merupakan korban perdagangan manusia (Trafficking).

Menurut Sekretaris Garda Wanita (Garnita) Malahayati Nasdem wilayah Sulteng,  Hajalia Somba, kematian Anita menimbulkan banyak pertanyaan dan kejanggalan yang mengarah ke korban trafficking.

“Karena dari penjelasan Ibunda Almarhumah Anita setau keluarga yang diberangkatkan oleh sponsor bernama Ibu Andi Senga  melalui PT. Hasrat Insan Nurani ini bekerja di Abudabi namun kemudian harus meregang nyawa di Oman,” ungkap Hajalia di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (9/1/2013).

Yang janggal lagi, ungkap Hajalia, keberangkatan dan kepindahan Almarhumah Anita bekerja di Oman justru diantarkan oleh Majikan pertamanya yang ada di Abudabi. Padahal, kata Hajalia, jika seorang TKI ingin pindah negara tempat bekerja, dia seharusnya dipulangkan lebih dahulu ke negara asalnya.

“Apalagi dia menjadi TKW secara legal karena dia diberangkatkan oleh satu perusahaan yang terdaftar di Disnakertrans,” imbuhnya.

Hajalia juga mengungkapkan, pada tanggal 2 Januari lalu, pihaknya diberitahu oleh pihak keluarga korban perihal lambatnya pemberangkatan jenazah sejak dikabarkan berita duka oleh pihak perusahaan cabang, yakni Ibu Andi Senga.

Padahal, pihak keluarga sudah berkomunikasi langsung dengan pihak Perusahaan yang ada di Jakarta sejak pertengahan bulan Desember 2013. Akibatnya, keluarga harus menunggu pemulangan jenazah selama 40 hari sejak kabar duka diumumkan.

Tak hanya itu, ujar Hajalia, keterangan sponsor melalui PT. Hasrat Nurani Insani kepada keluarga juga seringkali berubah-ubah, seperti soal penyebab meninggalnya almarhumah yang awalnya dikatakan sakit kemudian jatuh dari tangga. Selain itu, pihak sponsor juga menjanjikan akan mengirimkan  pakaian dan surat-surat yang berhubungan dengan almarhumah bersamaan dengan peti jenazah, tetapi tidak dipenuhi.

“Bahkan, hasil visum atau otopsi yang sudah dilakukan di Negara Oman sampai sekarang belum diterima oleh keluarga. Juga Berita Acara dari Kementrian Luar Negeri.  Yang diberikan kepada pihak Keluarga untuk ditandatangani hanyalah surat penyerahan jenzah,” ungkap Hajalia.

Tak hanya itu, ketika pihak keluarga korban membuka peti jenazah, tampak  bekas jahitan dari leher hingga bagian perut korban. Hal tersebut membuat keluarga korban sakit. “Artinya, jenazah sudah di otopsi bukan sebatas di visum, karena kalau visum sebatas memeriksa bagian luar saja,” kata Hajalia.

Karena itu,  Garnita Malahayati NasDem  Sulteng bersama dengan Gerakan Massa Buruh Sulawesi Tengah meminta kepada pihak-pihak yang berkompeten  dalam mengurusi masalah TKW, yakni pihak Dinsnakertrans dan BNP2TKI, segera mengusut dan menyelidiki kematian Anita Binti Niko Sondakh Yohanis ini.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut