Teror Tabung Gas: SRMI Anggap SBY-Budiono Gagal Distribusikan Gas Untuk Rakyat

JAKARTA: Sedikitnya 300-an aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) mendatangi Kantor Pertamina dan Kementerian ESDM, Senin (9/8), untuk memprotes lambannya penanganan pemerintah dalam mengatasi ledakan kompor gas.

Meski sempat diguyur hujan, massa yang sebagian besar ibu-ibu ini tetap bersemangat dalam menyampaikan tuntutannya. “Pemerintah harus ambil alih produksi dan distribusi tabung gas dan aksesorisnya”, demikian teriakan seorang peserta aksi.’

Dalam orasinya, Ketua Umum Serikat Rakyat Miskin Indonesia Marlo Sitompul mengatakan, sudah terlalu banyak korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan akibat ledakan itu, namun pemerintah belum juga turun tangan untuk menolong rakyatnya.

Menurutnya, ada berbagai persoalan terkait kasus ledakan kompor gas ini, diantaranya, sebagian besar gas dihabiskan untuk diekspor ke negara maju, adanya penggunaan mekanisme pasar dalam distribusi tabung gas dan aksesorisnya, dan lambannya pemerintah dalam melakukan operasi terkait tabung, selang, kompor, dan regularor yang non-SNI.

Selain itu, dalam pernyataan sikapnya, SRMI menuntut agar pemerintah segera mencabut UU Migas tahun 2001 karena telah mengakibatkan sebagaian besar cadangan energi nasional dikuras habis oleh negeri-negeri imperialis.

Pada intinya, seperti dituliskan dalam pernyataan sikap, SRMI menganggap pemerintahan SBY-Budiono sudah gagal mendistribusikan gas untuk kesejahteraan rakyat, malah mengirimkan “teror” gas ke rumah-rumah rakyat.

Jika SBY-Budiono tidak bisa mengatasi masalah ledakan gas, maka SRMI menuntut agar pemerintahan ini segera mengundurkan diri dari jabatan mereka.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut