Tenda Perjuangan Petani Kendeng Dibakar

Tenda perjuangan dan Mushollah yang dibangun oleh petani yang menolak pendirian Pabrik Semen di pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, dibakar oleh 70-an orang yang diduga pekerja PT Semen Indonesia.

Kejadian itu terjadi pada Jumat (10/2) malam, sekitar pukul 19.40 WIB. Pada saat kejadian, ada beberapa ibu-ibu yang tengah beristirahat dan berjaga-jaga.

Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Joko Prianto menceritakan, sebelum kejadian pembakaran itu, lampu penerangan menuju pabrik dimatikan.

“Seketika itu segerombolan laki-laki, kurang lebih 70 orang, ada yang berseragam pekerja PT Semen Indonesia,” ungkap Joko melalui siaran pers, Sabtu (11/2/2017).

Tak lama kemudian, lanjut Joko, gerombolan itu memaksa ibu-ibu yang berada di luar tenda untuk keluar dan pergi. Selanjutnya, mereka membongkar portal “segel” yang dibuat oleh petani yang menolak pembangunan pabrik semen.

Usai membongkar portal, para pelaku merobohkan tenda yang dibangun warga yang pro pabrik semen. Tidak berselang lama, giliran tenda perjuangan dan dapur warga penolak pabrik semen yang dirobohkan.

Sekitar pukul 19.55 WIB, para pelaku mengangkat Mushollah darurat yang dibangun oleh petani penolak pabrik semen. Di dalam Mushollah itu ada peralatan beribadah, seperti mukena, sajadah, peci dan kitab suci Alquran.

“Tenda perjuangan dan mushola serta peralatan ibadah yang berada di dalamya dibakar,” kata Joko.

Usai melakukan pembakaran, para pelaku meninggalkan lokasi dengan kendaraan sepeda motor. Namun, beberapa pelaku dikenali identitasnya oleh warga.

Untuk diketahui, sejak tahun 2014, petani Kendeng membangun tenda perjuangan di dekat pintu masuk PT Semen Indonesia di Rembang. Sejak itu, tenda itu menjadi simbol perjuangan para petani yang menolak pendirian pabrik semen.

Hari Jumat (10/2) siang, petani Kendeng menggelar aksi blokade di depan pintu masuk Pabrik PT Semen Indonesia. Aksi ini sebagai simbolisasi “penyegelan” pabrik semen tersebut.

Aksi penyegelan itu sendiri dilatarbelakangi masih berlanjutnya aktivitas pabrik PT Semen Indonesia. Padahal, pada bulan Oktober 2016, keluar putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 99/PK/TUN/2016 terkait pembatalan dan perintah mencabut izin lingkungan PT Semen Indonesia.

Seharusnya, setelah keluarnya putusan dari lembaga peradilan tertinggi di Indonesia itu, PT Semen Indonesia tidak punya izin untuk beroperasi lagi.

Risal Kurnia

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut