Tahun 2016, Chili Gratiskan Pendidikan Tinggi

Chili.jpg

Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Begitulah kira-kira ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keberhasilan perjuangan mahasiswa Chili dala memperjuangkan pendidikan gratis.

Pada hari Kamis (4/12), Menteri Dalam Negeri Chili Rodrigo Peñailillo mengumumkan bahwa Chili akan menggratiskan pendidikan tingginya pada tahun 2016.

“Di bulan Maret tahun 2016, kita akan memulai dengan menggratiskan pendidikan tinggi, sekarang kami punya sumber daya (untuk menjalankan reformasi), juga menyetujui reformasi fiskal,” kata Peñailillo.

Pengumuman ini datang setelah sebuah jajak pendapat yang dirilis pada hari Rabu (3/12) menyatakan bahwa popularitas Presiden Michelle Bachelet melorot sebanyak 38% di tengah kritik keras terkait reformasi pendidikan.

Bachelet memulai jabatan kedua kalinya sebagai Presiden pada bulan Maret lalu dengan sejumlah program reformasi sosial, termasuk pendidikan. Pada bulan September lalu, Presiden Bachelet menerapkan kebijakan reformasi fiskal dengan maksud mengalokasikan dana sebesar 3,8 milyar USD per tahun untuk mendanai reformasi pendidikan dan program sosial.

Kemudian, pada bulan April lalu, untuk mendanai program pendidikan tersebut, Bachelet menggenjot penerimaan pajak. Ia menargetkan penerimaan pajak hingga 3% dari PDB (atau sekitar 10 milyar USD). Ia juga menaikkan pajak untuk korporasi sebesar 20 hingga 30%. Selain itu, ia menghapus berbagai bentuk keringanan bagi korporasi dalam pembayaran pajaknya.

Di banding dengan negara-negara lain di dunia, pendidikan di Chili terbilang cukup mahal. Sekedar sebagai perbandingan: setiap keluarga di Skandinavia membayar 5% untuk pendidikan,  lalu keluarga di AS membayar 40%, sedangkan keluarga di Chili membayar 75%.

Perjuangan mahasiswa Chili untuk pendidikan gratis sudah berlangsung lama. Sejak tahun 2006 lalu, muncul gerakan pelajar yang menuntut pendidikan gratis. Gerakan perlawanan mereka dinamai ‘revolusi Penguin’.

Kemudian, pada tahun 2011, gerakan mahasiswa kembali turun ke jalan. Jutaan mahasiswa dan pelajar turun ke jalan-jalan untuk menuntut pendidikan gratis.

Bahkan, begitu Bachelet terpilih sebagai Presiden, gerakan mahasiswa tidak berhenti. Mereka terus memobilisasi massa untuk mendesak Presiden memenuhi janjinya untuk melakukan reformasi pendidikan dan menggratiskan pendidikan.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut