Aksi Protes Di Sela Kunjungan Jokowi Kembali Direpresif

Demo jogja

Aksi massa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Se-Jogjakarta, yang dilakukan bertepatan dengan agenda kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jogjakarta, kembali direpresif aparat keamanan, Selasa (9/12/2014).

Dua aktivis mahasiswa, yakni Ardy Syihabuddin (LMND) dan Latif (HMI Komisaritas UII) sempat ditangkap aparat keamanan. Bahkan, Ardy sempat dipukuli cukup parah sehingga dilarikan ke Rumah Sakit.

Tindakan represif aparat keamanan ini bermula dari aksi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Se-Jogjakarta di depan kampus Uinversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Mereka mengeritik kebijakan Jokowi-JK menaikkan harga BBM.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa sempat memblokade sebagian bahu jalan dan menggelar mimbar bebas. Tak lama kemudian, massa aksi juga menyandera mobil boks. Pada saat itulah polisi tiba-tiba membubarkan aksi mahasiswa.

Dalam kejadian tersebut, polisi bukan hanya menangkap dua aktivis mahasiswa, tetapi juga memukuli. Akibatnya, sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka.

Menurut Ardy Syihabuddin, aksi mahasiswa ini ditujukan untuk menunjukkan kepada Presiden Jokowi bahwa gerakan mahasiswa dan rakyat sangat tidak menginginkan kenaikan harga BBM.

“Pemerintah sebenarnya tidak mempunyai alasan yang tepat untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Alasan Jokowi menaikkan harga  Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat bertentangan dengan kepentingan masyarakat,” kata Ardy.

Dalam tuntutannya mahasiswa mengajukan sejumlah tuntutan, yakni negosiasi ulang kontrak karya Migas, nasionalisasi aset-aset strategis dibawah kontrol rakyat, berantas mafia migas, tetapkan dan terapkan pajak progresif, hapus utang luar negeri, bangun industrialisasi migas yang kuat dan mandiri dibawah control rakyat, cabut UU Migas No. 22 Tahun 2001 tentang migas, dan laksanakan Pasal 33 UUD 1945.

Aliansi Mahasiswa Se-Yogjakarta yang tergabung didalamnya, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI),  Social Movement Institute (SMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan FAM-J.

Medi Muamar

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut