SRMI Pekanbaru Tolak Penggusuran PK5

SRMI pekanbaru

Sedikitnya 600-an Pedagang kaki Lima yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Pekanbaru menggelar aksi massa di depan Kantor Walikota Pekanbaru, Senin (19/11/2012). Mereka menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru segera menghentikan penggusuran terhadap pedagang kaki lima.

“Secara prinsip, kami menolak praktik penggusuran tanpa solusi. Karena selama ini pemerintah hanya melakukan penggusuran saja tanpa melihat seperti apa kelangsungan hidup pedagang nantinya,” ujar pengurus SRMI Riau, Antoni Fitra.

Fitra juga menolak dalih kebersihan dan kenyamanan kota sebagai alasan untuk menggusur pedagang kaki-lima. Menurutnya, Pemkot seharusnya menata pedagang kaki lima dengan membangunkan mereka tempat berdagang yang bagus, tertata rapi, dan terjangkau lokasinya oleh pembeli.

“Seharusnya pemkot menata pedagang, bukan menggusurnya. Sebab, penggusuran hanya akan menyebabkan penghilangan mata pencaharian. Sedangkan Pemkot sendiri gagal membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Dalam aksinya, sebagai bentuk tekanan terhadap Pemkot Pekanbaru, pedagang sempat memblokir jalan selama beberapa menit. Lalu, beberapa menit kemudian, massa bergerak ke kantor Walikota Pekanbaru.

Di sana pedagang menggelar orasi secara bergantian. Beberapa saat kemudian, pedagang ditemui oleh Kepala Satpol PP Pekanbaru dan Kepala Dinas Pasar Pekanbaru.

Dalam pertemuan itu, para pedagang meminta Walikota Pekanbaru untuk menerbitkan Peraturan Walikota tentang pedagang kaki lima. Selain itu, pedagang juga meminta Pemkot tidak melakukan penggusuran.

Sebelumnya, pada tanggal 29 september lalu, para pedagang kaki lima juga mendatangi kantor walikota untuk menolak penggusuran. Aksi massa pedagang kaki lima ini mendapat dukungan dari Partai Rakyat Demokratik (PRD).

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut