SRMI Makassar Protes Maraknya Pungli Di Anjungan Losari

Aksi massa pedagang asongan yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) berunjuk rasa di Makassar, Senin (27/9).
Aksi massa pedagang asongan yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) berunjuk rasa di Makassar, Senin (27/9).

Puluhan pedagang asongan di kawasan Anjungan Pantai Losari, Makassar, menggelar aksi massa di kantor DPRD setempat, Senin (9/7/2012). Mereka memprotes maraknya pungli di kawasan anjungan Pantai Losasi.

Para pedagang ini, yang juga tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), menganggap praktek pungli itu sudah sangat meresahkan. Apalagi, praktek pungli ini disertai tindakan premanisme.

“Pungli dan premanisme sangat meresahkan pengunjung dan pedagang. Pihak pengelola harus turun tangan mengatasi persoalan ini,” kata Ibu Yanti, koordinator Asosiasi Pedagangn Asongan Anjungan Losari.

Katanya, preman yang melakukan pungli itu berkedok sebagai “keamanan”. Padahal, di lokasi tersebut sudah ada Satpol PP sebagai petugas resmi. “Ini kan sudah menyalahi prosedur,” tegasnya.

Para pedagang mencurigai adanya kongkalikong antara preman dan pihak pengelola anjungan makassar. Ironisnya lagi, kata pedagang, pihak Satpol PP selaku keamanan resmi tidak mau ambil pusing dengan masalah ini.

Untuk diketahui, pada 30 Juni 2012 lalu, seorang pedagang mengalami luka akibat terkena busur (senjata menyerupai panah) yang dilepaskan preman. Kejadian itu bermula saat pedagang bersangkutan berusaha melerai pertikaian antara preman dengan pengunjung.

Aksi massa ini direspon oleh anggota DPRD Makassar. Pihaknya berjanji akan membahas persoalan ini di rapat komisi terkait. Selain itu, pihak DPRD juga akan membawa persoalan pungli tersebut ke Pemkot Makassar dan pihak kepolisian.

Laporan: Firman

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut