SRMI DKI Jakarta Tuntut Pilkada Bersih

Meski tinggal menghitung hari, persiapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta masih menyisakan sejumlah persoalan. Diantaranya persoalan daftar pemilih tetap (DPT) yang dianggap bermasalah.

Terkait hal itu, Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) DKI Jakarta mendesak pihak KPU segera membenahi soal DPT tersebut. “Ada informasi mengenai adanya jutaan pemilih fiktif. Jika hal itu benar, maka bisa dipastikan pilkada kedepan tidaklah demokratis,” kata Ketua SRMI DKI Jakarta, M Setyo Ajiono, di Jakarta, Senin (9/7/2012).

Aji–sapaan akrab Setyo Ajiono–menjelaskan, DPT bermasalah ini sangat berpotensi digunakan oleh kandidat tertentu untuk menggelembungkan perolehan suaranya.

“Misalkan DPT menghampiri 7 juta orang, kemudian tingkat golput kira-kira 30%, maka kandidat yang ditengarai memainkan pemilih fiktif ini tinggal butuh 1 juta suara untuk menang satu putaran,” ungkap Aji.

Lebih lanjut, Aji mengatakan, selain persoalan DPT yang bermasalah, pelaksanaan Pilkada kedepan juga berpotensi dinodai oleh politik uang. Untuk itu, Aji mengajak semua pihak, mulai dari Panwas Pilkada DKI hingga massa rakyat, bekerja keras untuk memastikan pelaksanaan Pilkada bersih dari politik uang.

Persoalan lain yang disorot oleh Aji adalah kemungkinan terjadinya pengerahan birokrasi untuk memenangkan kandidat tertentu. Dalam konteks ini, kata Aji, birokrasi bisa berfungsi ganda, yakni sebagai mesin suara dan alat memobilisasi suara massa untuk memilih kandidat tertentu.

Aji juga mendesak agar penyelenggara Pilkada, khususnya KPU dan Panswas, tidak “masuk angin”. Pasalnya, jika hal itu terjadi, maka sudah pasti pelaksanaan pilkada sudah tidak bersih dan demokratis lagi.

Karena momentum pilkada menentukan nasib rakyat 5 tahun kedepan, maka SRMI menyerukan agar rakyat memilih kandidat yang bisa membawa agenda perubahan. Untuk itu, sebelum memasuki kotak suara, rakyat harus mempelajari dengan teliti dan benar-benar semua program dan trackrecord (rekam jejak) masing-masing kandidat.

Laporan: Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut