“Smile Mission”, Program yang membuat rakyat Venezuela tersenyum indah..

Di negara seperti Indonesia, hidup sehat merupakan sesuatu yang harus dibeli dengan harga yang sangat mahal. Alih-alih negara akan memperhatikan kesehatan gigi rakyatnya, kesehatan dasar secara umum pun tidak diwujudkan.

Karena itu, marilah kita sejenak berlayar ke Venezuela, negeri dimana pemerintahnya sangat aktif dalam membangun dan memperbaiki kualitas kesehatan rakyatnya.

Pada bulan Maret 2010, kantor berita Bolivarian merilis sebuah laporan mengenai belanja sosial selama 11 tahun di negeri itu. Disebutkan, bahwa pemerintahan sosialis telah mengeluarkan 330.6 milyar USD untuk membiayai kesehatan rakyat, pendidikan, bahan pangan, dan lain sebagainya. Padahal, total pendapatan negara dalam periode itu hanya berkisar 500 milyar USD, yang berarti, lebih separuh dari anggaran negara dipakai untuk rakyatnya.

Adapun misi-misi sosial pemerintahan sosialis, antara lain: mission robinson, ribas, dan sucre untuk pendidikan dasar dan buta huruf, sekolah menengah, dan universitas; Mission miracle untuk membantu penyakit katarak dan gangguan penglihatan; Mission Smile untuk kesehatan gigi; Mission Che Guevara untuk pelatihan tenaga kerja; mission mercal untuk bahan pangan (makanan); Mission Habitat untuk perumahan; Mission Zamora untuk reformasi tanah, dan masih banyak lagi.

Smile Mission, pertama kali diluncurkan pada tahun 2006, menyediakan gigi palsu untuk rakyat miskin yang membutuhkan. Diperkirakan sekitar 10 juta gigi palsu diproduksi untuk keperluan itu. Selain itu, laboratorium gigi dibangun untuk keperluan ini.

Menurut sumber pemerintah, “Smile mission” telah melayani 96.000 orang dewasa, termasuk 34.600 dengan gigi palsu, sejak program ini diluncurkan tahun 2006.

Menteri kesehatan Venezuela, Eugenia Sader, menjelaskan bahwa program ini untuk memulihkan harga diri pasien yang merupakan rakyat Venezuela. Ini merupakan perawatan gigi gratis berkualitas di bawah pemerintahan revolusioner yang ditawarkan kepada rakyat kami untuk menjamin kesehatan mereka.

Kepala bank pengawas, Edgar Hernandez, mengatakan pemberian gigi palsu seperti itu biasanya akan menelan biaya 1,500 bolivars (US $348) di sektor swasta. Laporan lain mencatat biaya yang diperlukan sebesar 2.500 bolivar (US $ 581) untuk gigi tiruan penuh.

Seorang pasien perempuan, Iraida Cedeño, berusia 63 tahun, kepada kantor berita pemerintah Venezuela mengatakan: “aku hidup selama 15 tahun tanpa gigi, titik dimana saya sudah lupa apa itu mengunyah. Aku menelan semua makanan itu dan itu tidak baik bagi kesehatan pencernaanku. Sekarang aku tahu bahwa (program) itu akan sangat membantu kesehatan saya dan membuat saya menjadi menarik.”

Cedeño mengaku mengetahui program ini dari dewan komunal. Dia merasa sangat senang dan dapat tersenyum sepanjang waktu.

Lebih jauh lagi, program ini tidak mendiskriminasikan siapapun, bahkan menerima pasien dari negara lain. Seorang pasien dari Kolombia, negeri tetangga yang sering bersitegang dengan Venezuela, mengaku telah menggunakan gigi palsu berkualitas rendah di negaranya. Julia Manjarre, nama perempuan itu, mengaku bahwa gigi palsu yang digunakan sangat buruk sehingga bukannya membantu dia untuk mengunyah, malah melukainya.

Julia mengaku senang dengan program “Smile mission” di Venezuela, sebab selain bisa didapatkan secara gratis, program ini menyediakan gigi palsu yang indah dan berkualitas tinggi.

Rakyat Venezuela juga dapat menerima perawatan gigi dasar secara gratis, seperti pembersihan dan penambalan, melalui tahap kedua dari misi kesehatan, Barrio Adentro.

Begitulah, sebuah bukti bahwa kalau pemerintah mau bertindak demi kepentingan rakyat, maka sesuatu yang dulunya mimpi bisa menjadi kenyataan. Syaratnya; mari kita membuang pemerintahan anti-rakyat ke tong sampah.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut