Situasi Mencekam Di Buol, Warga Tak Berani Keluar Rumah

BUOL: Menjelang buka puasa, Polisi berhasil menduduki sebuah POM bensin di kota Buol dan membubarkan kerumunan massa di sana. Seorang Pegawai Negeri Sipil, Iksan Mangge, tewas ditembak saat keluar untuk mengambil motor.

Menurut laporan kronologis yang dikirimkan aktivis AKBAR, setelah pasukan tambahan datang dari Toli-Toli dan Palu, polisi mulai mengambil-alih tempat-tempat dan jalan dimana warga berkerumun, sekitar pukul 14.00 WITA.

Menghadapi aksi kepolisian tersebut, warga menaruh pot-pot bunga dan batang pohon di tengah jalan. Aksi blokade jalanan ini dimaksudkan untuk menghambat pasukan polisi. Aksi blockade tidak hanya dilakukan warga di jalan-jalan utama di Kota, tetapi juga di beberapa desa yang menghubungkan Buol dan kabupaten lainnya. Seperti yang terjadi di desa Lakea, warga menebang pohon dan menaruhnya di tengah jalan.

Serangan polisi ini hanya berlangsung beberapa saat setelah pertemuan Kapolda dan aparat Muspida setempat. Kedatangan pasukan tambahan nampaknya membuat Polisi semakin mengontrol situasi dengan cara refresi.

Lima pleton pasukan gabungan TNI/Polri diterjunkan untuk mengamankan kota Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah sejak sekitar pukul 08.30 Wita, paska kerusuhan tadi malam.

Polisi Mengejar Aktivis

Menurut sumber informasi Berdikari Online, pihak Kepolisian juga melakukan penyisiran dan mencari aktivis mahasiswa. Para aktivis dianggap berada di balik kerusuhan ini.

Salah satu organisasi yang dicari-cari polisi adalah Aliansi Rakyat Buol (AKBAR), gabungan organisasi pergerakan yang selama ini aktif mengeritik kepemimpinan lokal di sana, termasuk memprotes kasus korupsi Bupati Buol.

Menurut salah seorang aktivis AKBAR, mereka sekarang tidak bisa kemana-mana karena beredar informasi bahwa polisi menjadikan mereka target utama penangkapan dan serangan.

“Situasi di sini sangat mencekam. Kawan-kawan hanya bertahan di dalam rumah sambil mengamati situasi di luar,” ujarnya.

Menurut aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Adi Priyanto, kerusuhan yang terjadi tadi malam merupakan akumulasi dari kemarahan rakyat terhadap perilaku sewenang-wenang kepolisian.

Sebelum ini, Polisi juga sudah menangkapi sejumlah aktivis anti-korupsi saat menggelar aksi depan kantor Bupati Buol, bulan mei lalu.

Sehingga, lanjut Adi, kejadian tadi malam bukanlah karena provokasi dari pihak manapun, melainkan kemarahan rakyat yang sudah terakumulasi cukup lama.

Korban Tewas Bertambah

Data yang berhasil dihimpun oleh aktivis AKBAR menunjukkan bahwa korban tewas sudah mencapai 10 orang dan sedikitnya 30-an orang masih dirawat di RSUD Buol.

Sebagian besar korban mengalami luka tembak di bagian kepala, dada, dan bagian perut. Akibatnya, sebagian besar korban yang terkena tembakan sangat sulit untuk diselamatkan.

Sebelumnya, gabungan organisasi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sulteng Anti-Kekerasan menyesalkan penggunaan peluru tajam saat kepolisian menangani protes warga.

Selain itu, mereka juga menyesalkan penggunaan kekerasan terkait protes warga atas dugaan penganiayaan seorang warga, Kasmir Timumun, senin sore. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut