Situasi Kampung Guji Baru Mulai Kondusif Kembali

Situasi Kampung Guji Baru di kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat, mulai berangsur-angsur kondusif kembali. Sehari sebelumnya, 26 November 2011, warga berjaga-jaga terhadap ancaman serangan oleh preman bayaran dari ormas tertentu.

Menurut Nurhadi, salah seorang warga, kemungkinan ancaman ini terkait dengan kepentingan mafia tanah untuk merampas tanah yang ditempati setidaknya 450 KK di Kampung Guji Baru.

“Kami menduga bahwa mereka adalah preman bayaran dari mafia tanah. Tetapi kami masih berusaha untuk memastikan kabar tersebut,” ujar Nurhadi.

Begitu mendengar kabar mengenai rencana penyerbuan itu, warga kampung Guji Baru pun berjaga-jaga. Para pemuda dan warga membentuk unit pertahanan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan itu.

“Ya, kita mempersenjatai diri. Warga juga memobilisasi diri dengan persenjataan seadanya,” kata Nurhadi, aktivis dari Persatuan Rakyat Jakarta.

Preman dari organisasi reaksioner memang berkali-kali melakukan provokasi. Kemarin, dua orang preman dari ormas bersangkutan sempat diamuk oleh warga setelah kedapatan berusaha menyusup ke dalam kampung.

Beruntung, kedua preman tersebut berhasil diamankan oleh kepolisian.

Hari ini, kondisi kampung Guji Baru mulai kondusif kembali. Warga pun mulai beraktifitas kembali. Meski begitu, sebagian pemuda dan warga tetap berjaga-jaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kampung Guji Baru awalnya adalah rawa-rawa. Warga pun mulai menempati lokasi ini sejak tahun 1974. Sejak itu, jumlah warga pun terus bertambah dan berkembang menjadi kampung.

Namun, pada 9 September 1991, kampung Guji Baru mengalami kebakaran hebat. Ribuan warga kehilangan rumah. Meski begitu, dengan perjuangan yang tak kenal menyerah, warga berhasil membangun kembali rumahnya dari puing-puing bekas kebakaran.

Beberapa tahun kemudian, para mafia tanah mulai bermain-main untuk merampas tanah warga. Terkadang, mafia tanah mengerahkan preman untuk memaksa warga menjual lahan mereka. Tetapi warga tetap menolak dan melakukan perlawanan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut