Siswa SD Gaddong Tolak Pembangunan Ruko Di Sekolah

Puluhan warga dan murid Sekolah Dasar Gaddong Makassar menggelar aksi massa di gedung DPRD Sulsel, kemarin (6/9). Mereka menolak pembangunan ruko di halaman sekolah mereka.

Menurut Wahida B Upa, seorang aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) yang mendampingi massa, pembangunan ruko di halaman gedung sekolah itu sangat bertentangan dengan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pasalnya, menurut Wahida, jika proyek tersebut tetap dilanjutkan, maka halaman sekolah akan berkurang dan proses belajar juga akan terganggu.

Selain itu, kata Wahida, SD Gaddong punya nilai historis sebagai peninggalan sejarah yang patut dipertahakan. Sekolah Dasar ini mulai berdiri pada tahun 1957, dengan nama Sekolah Rakyat (SR).

Dalam perkembangannya, sekolah ini telah mencetak banyak lulusan, diantaranya: Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI. Sayang sekali, semua peninggalan sejarah itu terancam hilang karena pembangunan ruko.

Dalam aksi yang didominasi murid SD itu, pihak DPRD berjanji akan segera memfasilitasi pertemuan dengan pihak pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan pihak investor.

Akan tetapi,  warga dan murid SD Gaddong bersikeras agar Surat Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Nomor : 642.2/4670/Pem-um perihal Pembangunan, Pemanfaatan, dan Kepemilikan SD Negeri Gaddong I dan Gaddong II segera dicabut.

Mereka juga mendesak agar Walikota Makassar segera mencabut Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) No : 03/2281/IMB/KPAP/06 Tanggal 04 Agustus 2006.

Menurut Wahida, pemerintah seharusnya mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki SD Gaddong I dan II ini tanpa ruislag.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut