Ribuan Rakyat Bima Hadiri Rapat Akbar

BIMA-NTB (BO): Lebih dari 3000-an rakyat Bima, Nusa Tenggara Barat, menggelar rapat akbar di lapangan Temba Romba, Senin (6/2/2012). Sebagian besar rakyat berasal dari tiga kecamatan di Bima: Lambu, Sape, dan Langgudu.

Menurut Mulyadin, aktivis dari Front Rakyat Anti Tambang (FRAT), rapat akbar ini merupakan konsolidasi rakyat Bima pasca pencabutan ijin operasi PT. SMN.

Selain itu, melalui rapat akbar ini,  rakyat Lambu, Sape, dan Langgudu mengajukan sejumlah tuntutan pra-rekonsiliasi. “Kami setuju ada rekonsilidasi pasca konflik, tapi harus ada jaminan tentang penghentian proses hukum terhadap rakyat,” kata Mulyadin.

Tuntutan pokok rakyat Lambu adalah: penghentian tuntutan hukum kepada semua rakyat Bima yang sebelumnya diproses oleh kepolisian.

Dalam rapat akbar itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Najib, menyerahkan secara simbolis keputusan pencabutan SK Bupati Bima nomor 188/2010 kepada perwakilan Front Rakyat Anti-Tambang (FRAT).

Acara rapat akbar ini juga dihadiri oleh Kapolsek Lambu, perwakilan Danramil, Camat Lambu, dan sejumlah anggota DPRD Bima. Dalam pidato sambutannya, pihak DPRD berjanji akan membantu penyelesaian proses hukum rakyat Bima yang sempat dijadikan tersangka oleh kepolisian.

Meski diguyur oleh hujan deras, acara rapat akbar rakyat Lambu, Langgudu, dan Sape ini tetap berlangsung. Acara sendiri baru dimulai pada pukul 13.00 WITA dan berakhir pada pukul 15.00 WITA.

ULFA ILYAS  

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut