Chavez: Tentara Harus Mengabdi Pada Revolusi

Presiden Venezuela Hugo Chavez menyerukan agar Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian (FANB) mengabdi penuh kepada revolusi.

“Angkatan Bersenjata Nasional Venezuela tidak akan lagi seperti para jenderal dulu yang memerintahkan pembantaian rakyat, sekali dan ratusan kali,” kata Chavez, di Los Proceres Avenue, Caracas.

Acara itu adalah peringatan 20 tahun peristiwa pemberontakan militer, 4 Februari 1992, yang dipimpin oleh Kolonel Chavez. Pemberontakan militer ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap agenda neoliberal Presiden Andreaz Perez.

Dalam acara itu, Chavez memberi penghargaan kepada pemuda yang ambil-bagian dalam pemberontakan. “Mereka menggunakan senjatanya untuk membela rakyat, bukan untuk membela kaum oligarki dan imperialis,” kata Chavez.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pemimpin kiri Amerika Latin, seperti Raul Castro (Kuba), Evo Morales (Bolivia), Daniel Ortega (Nikaragua), dan Michel Martelly (Haiti).

“Ada kapten, mayor, letnan dan prajurit pada hari itu. Kalian adalah tentara tanah air. Ingatan dan penghargaanku yang abadi kepada kalian,” kata Chavez.

Angkatan Bersenjata Pro-Chavez

Dalam pidatonya, Chavez kembali menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Nasional (FANB) adalah ‘pro-Chavez’.

Lontaran Chavez ini untuk membalas kritikan sayap kanan, yang muncul beberapa hari yang lalu, pasca Chaves mengumumkan bahwa tentara mendukung revolusi Bolivarian.

Pada kesempayan yang sama, Jenderal Cliver Alcala Cordones, komandan Divisi Lapis Bajar Keempat dari garnisun Maracay, menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian akan berhenti menjadi alat oligarki.

“Kami bangga dengan moral yang dimiliki oleh Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian, yang selalu mempertahankan kedaulatan bangsa, yang sekarang berhenti menjadi alat oligarki dan imperialis. Dan sekarang ini bagian dari revolusi rakyat,” katanya.

Chavez memerintahkan kepada Angkatan Bersenjata untuk tetap memperkuat kewaspadaan, bersama dengan rakyat, untuk menjaga kemerdekaan nasional dan pembangunan sosialisme.

Acara peringatan 20 tahun pemberontakan April 1992 tadi sangat meriah. Sebuah parade militer besar-besaran digelar. Bukan hanya angkatan bersenjata, rakyat Venezuela dari berbagai tempat juga hadir menyaksikan perayaan ini.

Seusai menghadiri parade militer, Chavez kembali ke istana Miraflores untuk mempersiapkan pertemuan pemimpin negara-negara ALBA (Alternatif Bolivarian untuk rakyat Amerika).

ALI RAHMAN

Kontributor Berdikari Online

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut