Ribuan Buruh Semarang Tuntut UMK 1,4 Juta

Sedikitnya 1200-an buruh dari berbagai serikat buruh di kota Semarang, Jawa Tengah, menggelar aksi massa Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (17/11). Mereka menuntut UMK Semarang sesuai KHL sebesar Rp1,4 juta.

Ribuan massa buruh ini tergabung dalam Gerakan Perjuangan Buruh Jawa Tengah (Gerbang). Tergabung di dalamnya, antara lain: Serikat Pekerja Nasional (SPN), SP Farkes, Federasi Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), SP Kahutindo, Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan lain-lain.

Dalam aksinya, massa membawar sejumlah boneka menyerupai jenazah dan dipasangi gambar pejabat pemerintah Jawa Tengah, yaitu Gubernur Jateng dan Kepala Disnaker Jateng. Boneka itu dibakar oleh kaum buruh sebagai simbol matinya hati nurani pejabat pemerintah.

Selain soal tuntutan kenaikan UMK, gerakan buruh juga menuntut Gubernur Jateng segera membatalkan hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Jawa Tengah.

“Hasil survei Dewan Pengupahan sangat jauh dari KHL,” kata Bambang Rusdianto, salah satu jubir aksi dari FNPBI.

Menurut Bambang, Dewan Pengupahan masih mengacu pada surat edaran Dirjen PHI nomor B.149/PHIJSK/III/ 2010 yang berisi adanya konversi minyak tanah ke gas sebagai salah satu komponen penentuan UMK.

Padahal, jika dihitung menggunakan minyak tanah,  kebutuhan minyak tanah buruh dihitung 10 liter per bulan dengan harga Rp 7 ribu per liter sehingga ditemukan Rp 70 ribu. Sedangkan konversi gas hanya dihitung Rp 26 ribu, dengan asumsi: sebulan butuh dua tabung gas 13 kilogram dengan harga Rp 13 ribu per tabung.

Selain itu, kata Bambang, gerakan buruh juga menuntut perbaikan mekanisme survei terhadap KHL. Selama ini, mekanisme survei hanya dilakukan oleh dewan pengupahan, dan itupun tidak dilakukan secara terbuka dan transfaran.

Dalam aksi tadi, perwakilan gerakan buruh sempat diterima berdialog dengan perwakilan Gubernur Jawa Tengah. Tetapi pertemuan itu sama sekali tidak menghasilkan keputusan yang memuaskan bagi kaum buruh.

Karena itu, besok (18/11) gerakan perjuangan buruh Jawa Tengah akan kembali menggelar aksi massa di kantor Gubernur. Mereka akan membangun tenda keprihatinan terhadap kebijakan Gubernur yang tidak memihak kaum buruh.

Aksi besok ini akan bertepatan dengan pembacaan keputusan UMP oleh Gubernur Jawa Tengah.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut