Ratusan Warga Suku Anak Dalam 113 Duduki Kantor BPN Jambi

Perjuangan Suku Anak Dalam  (SAD) 113 terkait pengembalian tanah Ulayat terus berlanjut. Kemarin (8/4/2013), sedikitnya 300-an warga SAD 113 menggelar aksi pendudukan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jambi.

Warga SAD memulai aksinya dari kampung mereka, yakni dusun Tanah Menang, sekitar pukul 11.00 WIB. Sesampainya di kantor BPN Prov. Jambi, masyarakat SAD langsung memasang beberapa tenda pendudukan di depan kantor BPN Jambi.

Dalam aksinya, masyarakat SAD 113 menuntut pihak BPN agar segera merealisasikan janjinya, yaitu mengadakan pengukuran 3550 hektar tanah adat SAD 113, yang sebelumnya dicaplok oleh PT. Asiatic Persada. BPN sendiri pernah menjanjikan akan melakukan pengukuran paling lambat bulan Maret 2013.

Namun, pada kenyataannya, bulan Maret sudah berlalu, tetapi janji BPN itu tak kunjung ditepati. “Inilah yang membuat petani SAD kembali bergerak. Sebab, BPN tidak memenuhi janjinya,” kata koordinator lapangan aksi, Zulham Adamy.

Setelah melakukan orasi secara bergantian, perwakilam masyarakat SAD kemudian diterima untuk melakukan dialog dengan pejabat BPN Jambi. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan SAD 113 mempertanyakan molornya realisasi janji pengukuran tanah ulayat seluas 3550 ha oleh pihak BPN.

Menjawab pertanyaan tersebut, perwakilan pihak BPN menyatakan pihaknya masih menunggu Ketua Tim Penyelesaian Konflik dari Sekda Provinsi Jambi, Syarasadin, yang akan memanggil PT. Asiatic Persada. “Karena kita menghormati sekda selaku ketua tim,” ungkapnya.

Terkait dengan hasil pertemuan tersebut diatas, Zulham Adamy menyatakan bahwa harus ada pertemuan dengan Ketua TIM Penyelesaian Konflik PT. Asiatik dengan masyarakat Suku Anak Dalam 113 terkait masalah tersebut.

Menurut rencana, aksi pendudukan ini akan terus berlanjut hingga masyarakat SAD 113 mendapat jawaban pasti mengenai jadwal pengukuran tanah ulayat mereka. “Masyarakat tidak akan pulang sebelum ada kepastian tanggal pengukuran Tanah Adat,” tegas Zulham Adamy.

Hingga berita ini diturunkan, para petani SAD masih bertahan di depan kantor BPN. Namun, dua orang ibu-ibu dan tiga orang anak-anak mengalami gangguan kesehatan. Rencananya, peserta aksi akan melakukan pemeriksaan kesehatan hari ini.

Joko Supriyadi Nata

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut