Ratusan Ribu Pekerja Spanyol Protes Pemotongan Anggaran

Sedikitnya 100.000 pekerja di Spanyol berbaris di jalanan memprotes kebijakan pemerintah memotong anggaran pendidikan dan kesehatan, Minggu (29/4/2012). Pawai dan aksi protes berlangsung di 50 kota di Spanyol.

Protes ini diorganisir dua serikat buruh besar: CCOO dan UGT. Mereka menyebut kebijakan pemotongan anggaran itu sebagai “kejahatan”. Poster bergambar gunting dan kata “NO” menghiasi aksi protes di seantero negeri.

Gerakan ini bergerak di bawah payung “Platform Sosial Pertahanan Negara Kesejahteraan”. Sedikitnya 50 organisasi sosial dan serikat buruh berhimpun dalam aliansi lebar ini.

Di Andalusia, sebanyak 30.000 orang bergabung dalam aksi protes. Sebanyak 50.000 orang berbaris di  Gijón.  Sedangkan 15.000 orang berbaris di Castilla dan Leon.

Dalam manifestonya, aliansi ini menegaskan, negara kesejahteraan dibasiskan pada pemberian layanan publik yang berkualitas, universal, dan terjangkau oleh seluruh rakyat.

Mereka beranggapan, akhir-akhir ini platform negara kesejahteraan di Spanyol sudah mengalami krisis. Terutama sejak pemerintahan berada di bawah kendali pemerintahan sayap kanan.

Cayo Lara, seorang anggota parlemen dari Partai Persatuan Kiri, mengatakan, banyak demonstran percaya bahwa pemerintah telah menggunakan alasan krisis finansial untuk menjual layanan publik kepada swasta.

Serikat buruh, khususnya CCOO dan UGT, menganggap kebijakan penghematan anggaran akan langsung menyerang hak-hak pekerja. Situasi itu akan menurunkan kondisi kerja, menghancurkan lapangan kerja di sektor publik, dan membahayakan negara kesejahteraan.

Diperkirakan, aksi besar-besaran akan berlangsung pada peringatan Hari Buruh Sedunia besok. Berbagai serikat buruh akan menggunakan momentum itu untuk memprotes kebijakan reaksioner penguasa sayap kanan.

Kebijakan penghematan resmi diumumkan oleh pemerintah Spanyol pada 20 April yang lalu. Segera saja, rakyat dipaksa membayar sistem kesehatan dan pembelian obat-obat dengan harga mahal.

Target anggaran yang dipotong mencapai €10 milyar. Kebijakan ini sesuai dengan arahan Dana Moneter Internasional (IMF).

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut