Ratusan Aktivis Di Palu Mengenang Perjuangan Sondang Hutagalung

Ratusan aktivis pergerakan di kota Palu, Sulawesi Tengah, menggelar renungan dan membakar lilin untuk mengenang perjuangan Sondang Hutagalung. Aksi itu dipusatkan di kantor DPRD setempat, tadi malam (11/12).

“Sondang telah melakukan tindakan heroik untuk membakar semangat perlawanan rakyat untuk melawan imperialisme. Ia adalah pejuang rakyat untuk perubahan. Karena itu, perjuangannya harus dikenang,” ujar Muhammad Taufik, aktivis yang memimpin malam renungan ini.

Para aktivis ini mengawali kegiatannya dengan pembagian selebaran kepada para pengendara motor. Acara sendiri baru dimulai sekitar pukul 20.00 WITA. Muhammad Taufik, yang juga ketua PRD Sulteng, memimpin acara renungan ini.

Selain orasi-orasi politik, acara renungan untuk Sondang juga diwarnai dengan pembacaan puisi dan lagu-lagu perjuangan. Eva Bande, aktivis dari Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulten (KPKP-ST), membacakan puisi perlawanan. Acara ini pun ditutup dengan pembacaan doa sesuai dengan keyakinan masing-masing peserta aksi.

Aksi ini diorganisir oleh Front Anti Kekerasan yang merupakan gabungan sejumlah organisasi pergerakan dan LSM di Sulawesi Tengah. Sebelumnya, aliansi ini sudah menggelar aksi peringatan Hari HAM pada 10 Desember lalu dan memutuskan melakukan pendudukan kantor DPRD selama tiga hari.

RUDI ASIKO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Api Revolusi sudah disundut oleh saudara Batakku Sondang Hutagalung..
    Semoga api2 lain akan segera menyusul menerangi jalan revolusi yang kita usung.
    Maju saudara2ku sampaikan pada yang lain bahwa kita mampu.

  • TomyWeah

    ALAAAAAAH!!! kalian ini seperti mahasiswa tolol…bakar diri pula….belajarlah pada kami exponen FORKOT.1998….inggat masih ada hal yang lebih penting dari bakar diri sendiri…ingat eksistensi dari HAM itu apa???…membakar diri=amrozi, imam samudra, azhari CS…..ingat kalian itu dikuliahkan dengan darah dan nanah orang tua kalian….biar kalian bakar diri rame2 pemerintah tdk akan mendengar….carilah jalan yang cerdas…contohlan Budiman Sudjatmiko..merubah sistem harus lawan dari dalam sistem….BEGO kalian!!!

  • ferdy embun pagi

    Bang TomyWeah : Apakah selamanya harus masuk kedalam sistem??? Anda tolong ingat baik-baik, Budiman Sudjatmiko ketika tidak berada di dalam kekuasaan dia berteriak-teriak memanaskan massa untuk bergerak, namun ketika dia sudah berada dalam lingkar kekuasaan, mana ada suaranya…percuma eksponen 1998 itu semua jual kepala, sehari setelah mundurnya Soeharto, banyak simpul massa FORKOT yang sudah ada deal dengan elit2 politik, banyak nyawa kawan2 di jual dengan memakai konteks “logistik”…fuck lah semuanya…