Rakyat Mesir Kembali Ke Lapangan Tahrir Untuk Protes Junta Militer

Revolusi Mesir belum membeku. Hari ini, 18 November 2011, lebih dari 50.000 orang rakyat Mesir kembali ke lapangan yang menjadi simbol revolusi: Lapangan Tahrir. Tempat itu telah menjadi simbol berakhir kekuasaan otoriter Hosni Mubarak.

Dalam protes kali ini, rakyat Mesir memprotes rejim militer yang sekarang ini sedang berkuasa di Mesir dan belum mau menyerahkan kekuasaan kepada rakyat. Protes ini meletus setelah terungkapnya sebuah dokumen yang hendak mempertahankan dan melanjutkan kekuasaan militer di Mesir.

Ramy el-Swissy, salah seorang aktivis gerakan 6 April, yang berpartisipasi dalam rally besar hari ini, mengatakan: “keseluruhan rakyat Mesir terwakili di sini dengan satu tuntutan: untuk tentara kembali ke barak dan bangsa kami kembali diperintah oleh sipil,” katanya.

Sebagian besar rakyat Mesir telah pesimis dengan pemilu mendatang, jika tidak terjadi pengalihan kekuasaan dari angkatan bersenjata kepada kekuatan sipil. Rakyat khawatir kalau militer masih berkuasa penuh pasca pemilu.

Demonstran menuduh para jenderal, dalam hal ini pemerintahan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, adalah agen Mubarak dan menolak pelaksanaan reformasi lebih jauh dan terus ngotot untuk memonopoli kekuasaan.

Menurut laporan, aksi hari ini merupakan gabungan dari Ikhwanul Muslimin dan kelompok sekuler. Tetapi laporan lain juga menyebutkan bahwa kelompok sayap kiri turut mengorganisir protes anti junta militer ini.

Kelompok Ikhwanul Muslimin sendiri dikenal punya sejarah kedekatan dengan kelompok militer. Sehingga banyak orang yang meragukan kalau Ikhwanul Muslim benar-benar mau melawan kekuasaan militer.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut