Rakyat Kolombia Gelar “Minggu Protes”

Sudah seminggu ini Kolombia dilanda aksi protes sosial. Organisator aksi protes menyebut aksi mereka sebagai “Pekan Amarah “Week of Indignation”. Aksi protes berlangsung sejak 4 oktober lalu dan berpuncak pada 12 oktober 2012.

Aksi ini diorganisasikan sejumlah organisasi sosial, seperti  Marcha Patriotica, Congreso de los Pueblos, Kolialisi Organisasi dan Gerakan Sosial Kolombia, (COMOSOC), dan lain-lain. Berbagai sektor sosial, seperti petani, mahasiswa, masyarakat adat, buruh, professional, dan lain-lain, bergabung dalam aksi protes ini.

Mereka mendukung dialog damai antara pemerintah dengan gerilyawan Marxis, Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). Menurut jadwal, dialog damai itu akan berlangsung di Oslo, Norwegia, pekan ini.

Bagi rakyat Kolombia, konflik bersenjata itu sangat berdampak pada kehidupan mereka. Karena itu, mereka berharap agar pemerintah lebih aktif dalam proses penciptaan perdamaian itu.

Marcha Patriotica, sebuah gerakan sosial sayap kiri di negeri itu, juga mengutuk berbagai tindakan kekerasan, teror, dan pembunuhan terhadap sejumlah pemimpin serikat buruh, petani, masyarakat adat, dan gerakan sosial di negeri itu.

Mereka juga memprotes merosotnya kualitas hidup rakyat, penghilangan hak-hak sosial, ketiadaan ruang demokrasi, dan lain-lain. Namun, isu pokok yang diangkat berbagai organisasi adalah penolakan terhadap kebijakan neoliberal yang diprakarsai oleh rezim sayap kanan Kolombia saat ini, Juan Manuel Santos.

Protes besar-besaran berlangsung pada hari Jumat (12/10) lalu. Puluhan ribu massa-rakyat turun ke jalan-jalan utama di Bogota, Ibukota Kolombia. Aksi ini juga berlangsung di 25 dari 32 departemen (semacam Provinsi) di Kolombia.

Pada aksi besar-besaran Jumat lalu, sejumlah demonstran mengalami luka-luka setelah diserang oleh pihak kepolisian. Bahkan, ada 70-an demonstran yang ditangkap oleh kepolisian. Polisi menggunakan gas air mata dan granat suara untuk membubarkan aksi protes.

Di Bogota, sejumlah demonstran mengenakan kostum hacker “Anonymous”. Sebagian besar diantara mereka adalah mahasiswa. Mereka menuntut biaya pendidikan yang lebih murah di semua jenjang pendidikan.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut