Rakyat Blang Lancang Masih Bertahan di Kantor PT.Arun

LHOKSEUMAWE: Sedikitnya 500 orang warga eks Blang Lancang masih bertahan di areal PT. Arun, Sabtu (26/6). Mereka menuntut pihak PT. Arun agar segera mengembalikan hak resettlemen kepada 542 KK.

Massa mendirikan tenda tepat di depan jalan masuk perusahaan. Sebuah posko juga didirikan untuk mengkoordinir massa dan dukungan dari pihak luar. Massa memilih bertahan di tempat ini hingga ada kejelasan soal tuntutan mereka.

Koordinator aksi ini, Ahmad Refki Bentara menyatakan bahwa warga sudah diperlakukan tidak sewenang-wenang oleh pihak PT. Arun, sehingga mereka akan berjuang habis-habisan untuk bertahan di tempat hingga ada kejelasan.

“Pihak Gubernur Aceh harus bertanggung jawab atas berlarut-larutnya penyelesaian persoalan ini, karena warga sudah terkatung-katung selama puluhan tahun,” ujarnya.

Ahmad Refki mencurigai adanya kesepakatan terselubung antara PT. Arun, Pertamina, dan Pemda Aceh terkait persoalan ini. “Mereka saling melempar tanggung jawab, sehingga rakyat yang jadi korban,” tegasnya.

Jika PT. Arun tidak juga memenuhi tuntutan warga selama pendudukan, maka warga berencana menduduki kantor walikota dan DPRK Lhokseumawe dalam beberapa hari mendatang. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut