Puluhan Ribu Penganggur Spanyol Tuntuk Pekerjaan

Puluhan ribu pelajar, gerakan sosial, dan pengangguran di Spanyol turun ke jalan-jalan kemarin (15/5) untuk mengutuk pemerintahan sosialis pimpinan Perdana Menteri Jose Zapatero, yang lebih memprioritaskan program penghematan ketimbang memperluas lapangan kerja.

Dalam aksi besar di kota Madrid, Ibukota Spanyol, para demonstran meneriakkan slogan berbunyi: “Kami bukan barang dangan di tangan para politisi dan para banker.” Demonstrasi juga terjadi di kota lain, seperti Barcelona, Valencia, Seville, Bilbao dan Zaragoza.

Di Madrid, aksi dimulai dari lapangan Cibeles menuju alun-alun kota Puerta del Sol. Tampak sejumlah pemuda mengenakan kaos kuning, yang didistribusikan oleh “grup pemuda tanpa masa depan”.

“Kami adalah pengangguran, dibayar murah, dan pekerjaan sub-kontrak di jaman yang berbahaya, pemuda Spanyol, yang ingin perubahan dan masa depan yang lebih baik,” kata Ines Bajo, 24 tahun, seorang penganggur yang terlibat aksi ini.

Sedikitnya 40% pemuda usia kerja dinyatakan menganggur. Zapatero mengumumkan memotong €6 billion (£5.2bn) anggaran sektor publik, sebagai upaya untuk mengurangi defisit anggaran.

Di bawah tekanan uni-eropa, Dana moneter Internasional, dan pemerintah AS , pemerintah Spanyol telah memberlakukan pembekuan pembayaran pensiun dan pembekuan gaji PNS yang mengikuti 5 persen upah dipotong tahun lalu.

Sempat Bentrokan

Pada awalnya, demonstrasi dijalankan secara damai, dengan berkumpul di sebuah alun-alun kota. Namun, entah siapa yang memprovokasi lebih dulu, demonstrasi damai ini berubah menjadi bentrokan.

Menurut laporan sementara, sedikitnya 24 demonstran ditangkap dan lima anggota polisi lainnya mengalami luka. (BO)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut