PRD Palembang Peringati Sumpah Pemuda

PALEMBANG (BO)- Puluhan anggota Partai Rakyat Demokratik (PRD) memperingati hari Sumpah Pemuda di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/10). Mereka menyerukan dilaksanakannya pasal 33 UUD 1945 sebagai haluan ekonomi nasional Indonesia.

Aksi yang dipusatkan di Bundaran Air Mancur ini juga menggugat ekonomi neoliberal yang dipraktekkan pemerintahan sekarang. “Sistem ekonomi neoliberal jelas bertolak-belakang 100% dengan filosofi pasal 33 UUD 1945,” ujar Eka Syahruddin, Ketua PRD Palembang.

Menurut Eka Sjahruddin, akibat tidak dilaksanakannya pasal 33 UUD 1945 itu, kehidupan rakyat Indonesia juga jauh dari keadilan dan kemakmuran. “Mayoritas rakyat tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, di pinggiran kota Palembang sebagian besar penduduk belum menikmati air bersih. Padahal, soal pelayanan air bersih adalah kebutuhan dasar rakyat yang mesti dipenuhi oleh pemerintah.

Karena itu, massa PRD ini pun bergerak menuju kantor Pemkot untuk menyampaikan tuntutan ini. Massa yang terdiri dari ibu-ibu dan rakyat miskin ini mendesak Pemkot Palembang menyediakan air bersih.

“Ini amanat pasal 33 UUD 1945. Jika rakyat tidak disediakan air bersih, atau jika air bersih diserahkan kepada swasta, maka pemerintah melanggar konstitusi dan cita-cita nasional bangsa Indonesia,” ujar Eka Sjahruddin.

Selain di kota Palembang, aksi massa memperingati sumpah pemuda juga digelar oleh aktivis PRD di Muara Enim. Mereka membagikan selebaran dari rumah ke rumah di sejumlah kampung di desa Tanjung Medang.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut