Rakyat Ende Tuntut Jaminan Air Bersih

KUPANG (BO)-Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, diwarnai dengan aksi mahasiswa dan rakyat menuntut layanan air bersih. Tuntutan itu disampaikan langsung oleh massa aksi saat menggelar aksi di kantor DPRD Ende.

Menurut pantauan Berdikari Online, aksi ini diorganisir oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan perwakilan rakyat dari tiga kelurahan, yakni Paupire, Udayana, dan Okenore. Rakyat di tiga kelurahan tersebut sudah lama mengalami kekurangan pasokan air bersih.

Menurut Ketua LMND Ende, Yohannes B. Loy, tuntutan masyarakat mengenai air bersih ini sejalan dengan semangat pasal 33 UUD 1945. Ia menganggap pemerintah, baik pusat maupun daerah, tidak mengabdikan pengusaan atas bumi, air, dan kekayaan alam untuk kepentingan rakyat.

“Selaam dua bulan air PDAM berhenti mengalir. Ini merupakan bukti konkret betapa tidak pedulinya pemerintah terhadap visi pasal 33 UUD 1945 ini,” ujar Loy..

Lebih lanjut, Loy menjelaskan bahwa musim kering hanyalah alasan pemerintah untuk membenarkan ketidakpeduliannya terkait penyediaan air bersih untuk air.

Pada kenyataan, ungkap Loy, perusahaan air milik swasta justru meraup untung besar dengan menjual air bersih kepada rakyat. “Seharusnya, salah satu wujud pelaksanaan pasal 33 UUD 1945 oleh pemerintah daerah adalah menjamin sumber-sumber air dioptimalkan untuk melayani kebutuhan masyarakat,” tegas Loy dalam orasinya.

Hubertus Sayang, seorang warga yang mengikuti aksi ini, mengakui bahwa akibat terhentinya pasokan air bersih PDAM, masyarakat harus mengorbankan sebagian kebutuhan rumah tangga karena belanja untuk air bersih meningkat drastis.

“Rakyat terpaksa berlangganan tanki air swasta, 3 kali dalam sebulan untuk tanki seukuran 4.000 liter. Harganya Rp 85.000 per 4.000 liter,” ungkapnya.
Perwakilan massa pun diterima berdialog dengan anggota DPRD. Setelah melalui perdebatan cukup panjang, massa aksi pun berhasil memenangkan tuntutannya. Masyarakat dijanjikan akan mendapat layanan tanki air gratis oleh pemerintah, khususnya di Kota Ende yang mengalami kesulitan air bersih.***

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut