Ratusan Anggota PRD Semarang Gelorakan Pasal 33 UUD 1945

SEMARANG (BO)- Sedikitnya 600 anggota dan kader Partai Rakyat Demokratik (PRD) memperingati Hari Sumpah Pemuda di kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (28/10). Mereka mengusung tema tentang “pelaksanaan gerakan pasal 33 UUD 1945”.

Dalam aksinya, seluruh massa PRD ini menggunakan ikat kepala putih bertuliskan “Gerakan Pasal 33”. Selain itu, tiga orang aktivis PRD memakai rompi karton berisi tuntuntan-tuntutan perjuangan.

Karena di kantor Gubernur sedang berlangsung rapat paripurna, maka ratusan massa PRD ini tertahan di depan pintu gerbang. Pihak keamanan tidak mengijinkan massa aksi memasuki halaman kantor Gubernur.

Para aktivis PRD pun memuntahkan kecamannya di depan pintu gerbang itu. “SBY-Budiono adalah rejim gagal. Rejim ini gagal membawa rakyat Indonesia menuju pintu gerbang kemakmuran,” ujar seorang demonstran.

Dalam tuntutan aksinya, PRD menyerukan agar bangsa Indonesia kembali kepada semangat pasal 33 UUD 1945. “Pasal 33 UUD 1945 sangat anti-kolonialisme dan anti-imperialisme. Ini sangat cocok untuk melawan dominasi asing sekarang ini dan membangun kembali ekonomi rakyat,” tegas Sunu.

Setelah berorasi cukup lama di depan pintu gerbang, aktivis PRD mendesak agar mereka diberi kesempatan membacakan pernyataan politik di hadapan pejabat Gubernur. Pihak keamanan pun akhirnya menerima keinginan itu.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WIB, PRD berkesempatan membacakan seruan politiknya melalui RRI Semarang. PRD berharap bahwa seruan politik itu bisa didengarka oleh rakyat Indonesia secara luas, khususnya di Semarang.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • prihandoyokuswanto

    Pasal 33

    Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi, ekonomi produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi.

    Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang! Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang seorang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya.

    Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada ditangan orang-seorang.

    Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.