PRD Lampung Tolak Kenaikan Harga BBM

Ratusan massa aksi Partai Rakyat Demokratik (PRD) menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM, Jumat (30/3/2012). Mereka menggelar aksinya di kantor Gubernur Lampung.

Massa aksi mulai bergerak sekitar pukul 14.00 WIB dari depan Perpustakaan Daerah Lampung menuju kantor Gubernur Lampung. Sejumlah spanduk berukuran besar bertuliskan “Tolak Kenaikan Harga BBM, Laksanakan Pasal 33 UUD 1945!” diusung oleh massa aksi.

“PRD tidak sekedar menolak kenaikan harga BBM, tapi kami juga menyampaikan solusi programatik atas persoalan bangsa. Bagi kami, problem energi yang terjadi sekarang dapat diatasi jika pasal 33 UUD 1945 dilaksanakan,” kata Rakhmat Husein DC, aktivis yang menjabat sebagai Deputi Politik KPW-PRD Lampung.

Menurut Husein, sejauh ini pengelolaan sumber daya alam, termasuk energi, sangat berbau kolonialistik. Buktinya, pengelolaan sumber daya itu lebih banyak dikuasai oleh perusahaan asing dan keuntungannya pun dibawa keluar.

“Kita tidak dapat keuntungan apa-apa dari kekayaan alam itu. Padahal, pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan kekayaan alam harus dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” kata Husein dalam orasinya.

Massa aksi PRD berbaris rapi di pinggir jalan. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah kemacetan lalu-lintas. Selain itu, PRD juga membagi-bagikan selebaran kepada massa rakyat yang berbaris di pinggir jalan.

Sesampainya di kantor Gubernur, massa aksi PRD dihadang oleh ratusan Satpol PP dan aparat kepolisian. Meski begitu, satu persatu kader PRD tetap menyampaikan orasi politiknya.

Ahmad Muslimin, seorang kader PRD Lampung, mengeritik pernyataan Gubernur Lampung Sjahroedin ZP yang mendukung kenaikan harga BBM. Padahal, Sjahroedin ZP diusung menjadi gubernur oleh PDI Perjuangan.

Orasi politik juga disampaikan oleh Gusti Kadek Artawan, Ketua PRD Lampung Barat, yang menyoroti paradoks Indonesia sebagai negara kaya sumber energi: kita negeri yang paling kaya dengan sumber energi, tetapi rakyat kita dipaksa membayar mahal untuk mendapatkan energi itu.

SADDAM CAHYO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut