PRD: Hasil Paripurna DPR Serahkan Harga BBM Kepada Mekanisme Pasar Dunia

Keputusan sidang paripurna DPR, tadi malam (30/3/2012), justru dianggap menyerahkan harga  minyak di dalam negeri kepada mekanisme harga minyak sesuai mekanisme pasar global.

“Ini situasinya makin parah. Sidang paripurna DPR menyerahkan harga BBM kita pada mekanisme harga minyak dunia. Harga minyak kita akan ditentukan sepenuhnya oleh NYMEX,” kata Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), Agus Jabo Priyono, di Jakarta, Sabtu (31/3/2012).

Dengan begitu, kata Agus Jabo, Presiden sewaktu-waktu bisa menaikkan harga BBM jikalau harga minyak mentah naik 15% di pasar dunia. “Ini kan berarti kita mengintegrasikan diri secara bulat-bulat dalam mekanisme harga minyak dunia,” tegasnya.

Agus Jabo menjelaskan, harga minyak dunia saat ini sepenuhnya di patok oleh bursa berjangka komoditi komoditi (NYMEX). Di sana, katanya, mekanisme penentuan harga tidak sepenuhnya mengacu pada hukum permintaan dan penawaran, tetapi justru sangat ditentukan oleh aksi-aksi spekulasi.

“Ini sama saja menyerahkan leher bangsa kita kepada korporasi minyak dunia dan segelintir bank-bank raksasa di Wall Street,” ungkapnya.

Bagi Agus Jabo, keputusan DPR makin nyata menggiring pengelolaan energi di Indonesia mengarah kepada liberalisme dan mekanisme pasar. Dan hal itu, seperti ditegaskannya, sangat bertolak belakang dengan semangat Pasal 33 UUD 1945.

Karena itu, bagi PRD, seperti diungkapkan Agus Jabo, akan terus melakukan perlawanan hingga pengelolaan energi dikembalikan sesuai dengan amanat konstitusi, yaitu pasal 33 UUD 1945.

“Kami berjuang untuk menghentikan logika profit yang berusaha menguasai kehidupan rakyat. Kami ingin membangun sebuah masyarakat yang membangun diri berdasarkan solidaritas, kesetaraan, dan demokrasi. Inilah inti perjuangan pasal 33 UUD 1945,” kata Agus Jabo Priyono.

Pada hari ini, 31 Maret 2012, PRD akan menggelar aksi massa di berbagai daerah untuk menolak liberalisasi sektor energi dan praktek neo-kolonialisme dalam pengelolaan Sumber Daya Alam.

Di Jakarta, PRD akan mendatangi kantor RRI dan Istana Negara. PRD ingin menyampaikan pandangan politiknya terkait hasil paripurna DPR. PRD juga berharap agar perjuangan menolak kenaikan harga BBM terus dilanjutkan, bahkan perlu dinaikkan kadar tuntutannya pada solusi-solusi programatik.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut