Posko Perjuangan Rakyat Meranti Kembali Diserang Preman

Setelah diserang preman dini hari kemarin, Posko Perjuangan Rakyat Meranti kembali diserang preman. Kejadiannya berlangsung menjelang subuh, sekitar pukul 03.45 WIB.

Tiga orang yang mengendarai dua motor tiba-tiba menyerang. Satu pelaku menunggu motor, sedangkan dua pelaku melakukan penyerangan. Para penyerang ini diketahui membawa senjata tajam berupa parang.

Kedua penyerang langsung menyerang dan merusak posko. Mereka merobek-robek tenda dengan menggunakan parang. Selain itu, mereka juga mengacung-acungkan parangnya kepada para aktivis.

Pada saat kejadian berlangsung, ada 15 orang aktivis yang menginap dan menjaga posko tersebut. “Tiga kawan tidur di dalam posko, sedangkan 12 kawan tidur di bagian luar,” tutur Zulkifli, salah seorang aktivis yang berada di tempat kejadian.

Ketika preman mengoyak-ngoyak tenda dengan parang, tiga orang di dalam posko hampir saja terkena tebasan parang. Sementara kawan-kawan di luar tenda berusaha memberi perlawanan.

Namun para preman tersebut buru-buru untuk kabur. Sementara posko ditinggalkan dalam keadaan rusak. “Kalaupun tenda sudah dirusak, tetapi aktivitas posko akan terus berlanjut hingga tuntutan dipenuhi,” ujar Zulkifli.

Aktivis lainnya, Muhammad Iskandar, mengaku didekati preman dan diacung-acungkan parang panjang. “Hey, sini kau, kemana kau. Sini kau,” tutur Iskandar menirukan teriakan preman kepadanya.

“Kami tidak gentar”

“Meskipun sudah dua kali mengalami serangan terbuka dan sekali mendapatkan intimidasi, Posko Perjuangan Rakyat Meranti akan tetap jalan. Kami tidak akan gentar,” demikian dikatakan Bambang Aswendi, yang juga dikenal sebagai Ketua KPW-PRD Riau.

Pihaknya mengaku tidak akan menghentikan aktivitas posko, sebelum tuntutannya yang diajukan terpenuhi, yaitu penghentian operasional tiga perusahaan (PT. Riau Andalan Pulp and Paper, PT. Sumatera Riang Lestari, dan PT. Lestari Unggul Makmur) di kabupaten Kepulauan Meranti.

Bambang sangat menyadari bahwa aksi-aksi premanisme ini justru dimaksudkan untuk melemahkan perjuangan mereka. “Jika kita melemah oleh aksi-aksi premanisme itu, maka ketiga perusahaan itu akan dengan leluasa menindas ratusan ribu rakyat di Kepulauan Meranti.”

Menurut rencana, pihak PPRM akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. “Kami akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Disamping itu, kami juga akan berusaha menggalang solidaritas,” tegasnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Salut atas kegigihan kawan – kawan aktivis!
    tetap semangat dlm membela masyarakat yang terenggut haknya. Tapi hrs tetap waspada, hati2 jgn membahayakan diri sendiri, kalo bs diminimalisir resiko yang ada.

    salam perjuangan!

  • agus Cso

    teruskan perjuangan hingga tuntutan di penuhi & kami mendukung perlawanan terhadap hambatan apapun….HIDUP RAKYAT MERANTI…LAWAN PREMANISME REAKSIONER.