Politisi Nasdem: Ancaman Terhadap Pancasila itu Nyata

Ketua DPP Partai Nasdem Taufik Basari menyebut adanya ancaman nyata terhadap Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

“Ancaman itu nyata berasal dari kelompok yang mencoba mengesampingkan kesepakatan dan komitmen kebangsaan yang dulu menjadi dasar pendirian bangsa ini,” kata Taufik dalam diskusi peluncuran Posko Nasional “Menangkan Pancasila” di kantor KPP-PRD, Rabu (20/9/2017).

Dia menegaskan, ada beberapa kesepakatan kebangsaan, seperti pengakuan terhadap keragaman atau kebhinekaan, tengah terancam oleh kelompok politik sektarian. Padahal, kesepakatan kebangsaan itu ibarat kontrak sosial yang mendasari pembentukan negara.

“Yang namanya kontrak sudah disepakati, itu harus dijaga dan dijalankan. Kalau melanggar, berarti melanggar komitmen yang sudah disepakati,” tegasnya.

Menurut dia, Pancasila, UUD 1945, dan Kebhinekaan adalah kontrak sosial saat mendirikan Negara RI. Karena itu, siapapun yang menghianati kontrak itu, harus dilawan bersama.

“Ketika ada yang mau melemahkan Pancasila, maka kita harus bertarung di situ untuk memenangkan Pancasila. Maka kampanye PRD untuk menangkan Pancasila sudah tepat,” jelasnya.

Menurut mantan aktivis Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia  (YLBHI) ini, setiap warga negara memang berhak memeluk pemikiran atau ideologi tertentu.

Hanya saja, lanjut dia, dalam memperjuangkan ideologinya itu, siapapun tidak boleh menggunakan jalan kekerasan dan mengingkari komitmen kebangsaan yang termaktub dalam Pancasila.

Bicara soal ruang mempertarungkan gagasan, Taufik menyebut bahwa politik sebetulnya punya dua arena, yakni politik praktis dan politik panggung.

Politik praktis bisa dijalankan oleh partai politik melalui pemilu. Sedangkan politik panggung menyangkut kemampuan merebut panggung wacana dan pikiran.

“Panggung wacana ini bisa melibatkan masyarakat luas,” ujarnya.

Sekarang ini, kata Taufik, gerakan yang anti-Pancasila mencoba menguasai panggung wacana dan perspektif. Bahkan propaganda terorisme bisa menyebar melalui teknologi digital.

“Teknologi digital ini penting dalam perebutan panggung wacana. Seharusnya kita, semua yang mempertahankan Pancasila, memanfaatkan teknologi ini untuk memenangkan panggung wacana,” tegasnya.

Karena itu, pertarungan memenangkan Pancasila juga merupakan pertarungan merebut panggung, baik panggung wacana maupun pikiran. Termasuk tidak mengabaikan panggung politik praktis lewat pemilu.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut