Polisi Bubarkan Paksa Aksi Mahasiswa Di Kendari

    Polisi membubarkan aksi massa ratusan mahasiswa di kota Kendari, Sulawesi Tenggara, siang tadi (1/6). Sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka, sedangkan seorang peserta aksi ditangkap kepolisian.

Aksi massa ini digelar oleh mahasiswa untuk memperingati Hari Lahirnya Pancasila dan diikuti oleh sejumlah organisasi mahasiswa se-kota Kendari, diantaranya Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Milisi Mahasiswa Revolusioner, BEM Teknik Unhalu, dan BEM Fak Hukum Unhalu.

Awalnya, aksi ini diorganisir secara damai di perempatan pelataran eks-MTQ. Kemudian, setelah menggelar sedikit orasi dan membagikan selebaran, mahasiswa mulai bergerak ke kantor DPRD Sultra.

Akan tetapi, kedatangan mahasiswa di gedung DPRD tidak disambut satupun anggota DPR. Mahasiswa pun marah dan mulai membakar photo SBY dan Budiono. Bendera dan petaka aksi pun turut diacung-acungkan.

Situasi tambah memanas tatkala seseorang memecahkan kaca jendela DPRD. Namun, situasi masih berhasil dikendalikan. Karena tetap tidak ditemui oleh seorang pun anggota DPRD, massa pun kembali mengacung-acungkan bendera dan petaka aksi.

Saat itulah tiba-tiba kaca jendela dan plafon DPR kembali pecah. Situasi ini mengundang reaksi Satpol PP untuk melakukan kekerasan. Akibatnya, sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka akibat dipukuli Satpol PP, diantaranya: Ugeng, Akbar, dan Rusdianto.

Selain membubarkan dan mendesak mahasiswa keluar dari halaman DPRD, Satpol PP juga menangkap sejumlah mahasiswa. Akan tetapi, mahasiswa yang ditangkap bisa dibebaskan kembali.

Tidak terima perlakuan Satpol PP, mahasiswa pun kembali berkonsolidasi dan melanjutkan aksinya di depan pelataran ex-MTQ. Sebagian massa yang tersulut marah oleh tindakan Satpol PP kemudian memblokir jalan. Tiba-tiba, ketika mahasiswa sedang memblikor jalan dan membakar ban, seorang anggota Satpol PP tiba-tiba menerobos dengan menggunakan sepeda motor. Anggota Satpol PP ini pun menjadi sasaran kemarahan mahasiswa.

Sejumlah anggota Polisi berpakain preman pun melepaskan tembakan. Polisi berusaha mengejar mahasiswa. Satu orang mahasiswa ditangkap oleh pihak Kepolisian.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • alhayun

    membubarkan aksi mahasiswa oleh aparat negara adalah ancaman bagi keberlangsungan demokrasi indonesia. sepertinya di era pemerintahan Si BuYa-tak ber-BOEDI-ono ini rakyat tidak lagi di perkenankan untuk menyampaikan aspirasi.

    pemukulan dan pembubaran paksa (represif)aksi2 mahasiswa oleh aparat negara adalah bukti nyata bahwa rezim saat ini masih menganut paham militerisme.

    satu kata : LAWAN…!

  • alhayun

    ini adalah sebuah pergerakan yang yang kmi lakukan demi melihat semua sudut pandang negri kmi sendri,yang terombang ambing oleh ganas nya politik yang terjadi di negri INDONESIA tercinta ini,yang lebih mementingkan prut masing2 birokrasi tanpa memikirkan masyarakatnya….
    satu teman kami yang tertangkap (IMAN) fakultas HUKUM (UNIVERSITAS HALUOLEO)..sudah di bebaskan pukul 21.30 tdi..ingat …..perjuangan tidak akan pernah berakhir selama penindasan kpada bangsa sendri trus terjadi oleh penguasa di negri sendiri maupun asingg……salam pembebasan.
    lebih baik mati dari pada hidup seperti lalat.

  • nan

    ayo lawan….mereka takut apabila di kerakan masa sebanak-banyakny dan takut apa bila kebohongn Sosilo bambang Ydhoyono di ketahui..tetapi jaan takut kawanku…