LMND DIY Anggap Pancasila Banyak Diselewengkan

Puluhan anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Yogyakarta memperingati Hari Lahirnya Pancasila dengan menggelar aksi massa, siang tadi (01/6).

Aksi massa ini dimulai pukul 09.00 WIB di Jalan Abu Bakar Ali, lalu massa bergerak menuju perempatan besar Yogyakarta. Dalam aksinya, aktivis LMND menyampaikan orasi politik secara bergantian.

Salah seorang orator menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila mulai meluntur saat ini, terutama di kalangan pejabat dan apparatus negara. “Pemerintah telah mengabaikan esensi Pancasila sebagai nilai luhur dan dasar negara,” katanya.

Setelah menggelar aksinya di titik nol, aktivis LMND melanjutkan aksinya ke kantor DPRD dan gedung pemerintahan provinsi DIY. Di kantor DPRD, massa LMND sempat ditemui oleh salah seorang anggota DPRD. Namun, ketika menggelar aksinya di kantor pemerintah Provinsi DIY, tak satupun pejabat yang datang menemui massa.

Koordinator aksi ini, Edi Susilo, menyatakan bahwa Pancasila telah banyak diselewengkan sejak rejim orde baru hingga sekarang ini. “Bayangkan, pada masa orde baru, rakyat yang menentang penggusuran dianggap anti-pancasila. Padahal, yang menggusur rakyat-lah yang sebenarnya anti-pancasila,” kata Edi Susilo.

Sekarang ini, tambah Edi Susilo, SBY selalu mengaku sebagai pancasilais, tetapi praktek kebijakan ekonomi, politik, dan sosial-budayanya sangat bertentangan dengan lima prinsip dalam Pancasila.

“Bagaimana mungkin SBY disebut Pancasilais, jika presiden neoliberal ini lebih mementingkan liberalisme pasar ketimbang ekonomi rakyat,” katanya.

Edi juga menggaris-bawahi bahwa pelaksanaan pemerintahan di bawah SBY-Budiono sudah melenceng dari cita-cita nasional bangsa Indonesia dan juga bertentangan dengan lima prinsip dalam Pancasila.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut