LMND Kupang Galang Tanda Tangan Turunkan SBY-Budiono

Puluhan mahasiswa sudah berkumpul di depan kampus Universitas Katolik Widya Mandiri, Kupang, kemarin (31/5). Sebagian mahasiswa membentangkaan kain putih, dan sebagian lagi sibuk mempersiapkan pengeras suara.

Pagi itu, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Kupang akan menggelar mimbar bebas. Sekaligus, dalam rangkaian acara mimbar bebas itu, akan menggalang tanda-tangan untuk menurunkan pemerintahan SBY-Budiono.

Macho, aktivis LMND dan ketua BLM Politani Negeri Kupang, memulai orasi politik pada mimbar bebas ini. Ia menyoroti soal kehidupan petani di NTT di bawah kebijakan neoliberalisme. “Para petani kesulitan mendapatkan pupuk karena harganya terlalu mahal. Sebagian tanah dirampas perusahaan asing. Janji provinsi jagung juga cuma sebatas janji,” katanya.

Selagi orasi-orasi dilakukan, puluhan masyarakat membubuhkan tanda tangan pada kain putih yang sudah disiapkan. “Ini merupakan upaya untuk menggali partisipasi rakyat dalam menurunkan rejim neoliberal, SBY-Budiono,” kata Chaster Seni, ketua LMND Wilayah NTT.

Sebagian besar yang membubuhkan tanda-tangan sudah sangat kecewa dengan pemerintahan SBY-Budiono. Afrin, misalnya, mahasiswa semester empat UNWIRA itu menganggap SBY banyak bohongnya. Hal juga diakui Riky, teman sekelas Afrin, yang setuju apabila SBY segera turun di tengah-jalan.

Aksi mimbar bebas ini diselingi dengan tetrikal. Sejumlah mahasiswa memperlihatkan bagaimana rejim neoliberal menindas rakyat Indonesia. Aksi tetrikal itu berlangsung singkat, tetapi bisa menggambarkan bagaimana rejim SBY-Budiono bekerjasama dengan penjajahan asing.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut